Tak Bisa Bertemu Anak
Sebelum mendapatkan tempat singgah, Sudarman mengaku tak pernah bisa bertemu dengan anaknya meski selalu pulang ke rumah.
Ia bahkan tak bisa bersosialisasi dengan tetangga.
"Stigma itu memang ada. Saya sadar diri, saya membatasi diri dengan para tetangga atau lingkungan sekitar. Anak saya titipkan ke tetangga biar tidak berkontak dengan saya langsung," katanya.
"Walaupun saya pulang ke rumah, saya nggak ketemu anak saya sama sekali. Sedih sih iya, khawatir juga iya, campur aduk lah. Pulang tidak ketemu anak, lingkungan membatasi dir, tidak berkontak dengan orang lain, dan di rumah aja saat di rumah," lanjutnya lagi.
Sudarman juga menyebut perjuangan menggunakan APD lengkap saaat merawat pasien. Hal ini disebabkan APD membuatnya kepanasan, aktivitasnya terbatas, sesak, dan pernah membuatnya pusing tak keruan.
Ia juga bertugas memandikan atau membersihkan badan pasien Covid-19. Meski ia sempat ingin menyerah, namun akhirnya ia tetap bertahan dan berjuang tetap mengenakan APD selama kurang lebih 4 jam.
Selama dua minggu Sudarman akan bertugas, lalu setelahnya mendapatkan libur selama satu minggu, bergiliran dengan rekannya.
Hingga kini, Sudarman belum bisa pulang ke rumahnya. Mengaku rindu dengan keluarga, sementara ini sudah cukup terobati dengan bertegur sapa melalui panggilan video di kala hari libur.
Baca Juga: Puluhan Perawat Indonesia di Kuwait Tertular Corona, Ada Dua yang Meninggal
"Sekarang sudah tidak was-was atau khawatir. Walaupun kangen juga dengan keluarga, kita kan masih bisa komunikasi dengan video call. Pokoknya merasa nyaman dan tenang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
DPRD DKI Soroti Kesiapan LPDP Jakarta, Usul Anggaran Diprioritaskan untuk Sekolah Gratis
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?
-
Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal
-
From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?