Suara.com - Menerima segala hal baru memang tidak mudah dilakukan. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dan memulainya, karena setiap orang punya kemampuan beradaptasi yang berbeda-beda. Begitu juga ketika kita harus beradaptasi dengan tatanan new normal.
Bagaimanapun, menyesuaikan diri dengan kondisi baru tetap harus dilakukan di saat pandemi Covid-19 ini.
Tapi, jika Anda masih bingung atau kesulitan bagaimana menghadapi new normal saat ini, coba empat mantra dari motivator Merry Riana.
"Mantra yang harus dilakukan, apapun situasi yang terjadi, kamu harus get up, dress up, show up, dan never give up," kata Merry dalam konferensi virtual melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (16/5/2020).
Merry menjelaskan, get up berarti kita harus bangkit menghadapi situasi saat ini. Ibu satu anak ini mendukung kegiatan para kaum rebahan saat masa pandemi, tapi dengan catatan harus tetap produktif.
"Rebahan boleh, tapi tetap harus produktif. Jangan menunda, jangan jadi orang malas. Hari ini kita harus buang rasa malas dan harus tetap bangkit. Harus tetap semangat," katanya.
Sedangkan mantra kedua dress up. Selama di rumah, mungkin kita tidak terlalu memperhatikan cara berpakaian karena berpikir tidak akan bepergian ke luar. Bahkan, mungkin juga tidak mandi.
Namun saat new normal, Merry mengingatkan hal itu harus diubah.
"Saatnya kita harus lebih rapi, jaga kebersihan walaupun setengah aktivitas tetap dari rumah. Berpakaian rapi menandakan kita siap produktif," ujar Merry.
Baca Juga: Siapkan Diri Hadapi New Normal, Adaptasi Jadi Kunci
Tak kalah penting dari mantra lainnya, menurut Merry, di tengah situasi tak menentu saat ini kita justru perlu hadir dan menunjukan segala kemampuan yang dimiliki. Sehingga yang harus dilakukan adalah show up.
Merry mengingatkan agar selalu menghargai setiap kesempatan yang ada. Serta memanfaatkan masa pandemi justru untuk berkreasi, kolaborasi, dan bereksperimen.
"Tunjukan kebolehan Anda. Kalau dulu masak sekadar hobi, mungkin sekarang bisa jadi profesi," ucapnya.
Mantra terakhir, lanjutnya, merupakan never give up. Merry membenarkan bahwa segala hal baru pasti butuh penyesuaian. Tidak menutup kemungkinan juga terjadi kegagalan.
Namun yang dilakukan, katanya, belajar dari hal-hal yang sudah dilakukan.
"Apa pun yang kita pelajari butuh waktu untuk jadi expert. Makanya jangan mudah menyerah. Justru karena hidup gak mudah, makanya kamu jangan jadi orang lemah, kamu harus terus bangkit dan tidak menyerah. New normal akan berhasil dengan diimbangi new skill dan new habit," ujar Merry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural
-
141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin
-
Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi
-
Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia
-
Diskon Hingga Rp100.000! Nikmati Japanese BBQ di Gyu-Kaku Pakai Promo BRI
-
Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP