Suara.com - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif mengatakan, ada syarat khusus sebelum masuk tatanan kehidupan baru berdampingan dengan virus corona Covid-19 atau new normal. Menurutnya DKI sampai sekarang belum memenuhi syarat itu.
Syahrizal menjelaskan, setidaknya ada enam syarat yang harus dipenuhi Jakarta sebelum masuk new normal. Syarat ini dibuat oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).
Syarat pertama adalah daerah itu harus menunjukan dapat mengendalikan penyebaran corona. Cara mengetahuinya dengan melihat angka kenaikan harian dan angka Reproduction Effective (Rt).
"Pakai kriteria yang nomor satu saja belum memenuhi syarat, kan kasus (di Jakarta) masih fluktuatif," ujar Syahrizal saat dihubungi Suara.com, Selasa (16/6/2020).
Kriteria lainnya adalah memiliki kapasitas untuk pengetesan, pelacakan, hingga karantina pasien corona. Lalu risiko penularan di lokasi rentan seperti panti jompo, pasar tradisional, dan tempat-tempat ramai lainnya sudah diminimalisir.
Keempat adalah pelaksanaan protokol di tempat kerja, mulai dari tempat cuci tangan dan kebersihan pernapasan. Terakhir adalah masyarakat sudah terdidik untuk penerapan new normal.
Tidak hanya untuk new normal, menurutnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang sudah memberikan banyak kelonggaran juga tak memenuhi syarat itu.
"Kalau pakai indikator WHO yang enam indikator itu sudah pasti gak memenuhi syarat lah (untuk PSBB transisi)," jelasnya.
Saat mengumumkan PSBB transisi, Gubernur Anies Baswedan menyatakan angka Rt sempat dibawah 0 untuk tiga hari berturut-turut. Namun menurutnya angka itu tak berarti Jakarta sudah bisa mengendalikan corona.
Baca Juga: New Normal, Jam Buka Museum Sejarah Jakarta Pukul 09.00 WIB-15.00 WIB
Bahkan menurutnya Rt seharusnya dinilai dalam waktu 14 hari. Jika dalam 14 hari berhasil di bawah 0, maka ada penurunan tingkat kenaikan jumlah pasien corona di ibu kota.
"Kecuali dia bilang selama 14 hari terakhir Rt Jakarta di bawah 1 nah itu ada artinya. Tapi kalau angkanya naik turun, saya gak yakin Rt Jakarta konsisten di bawah 0," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kejar Target, Kemenkes akan Tambah Jam Kerja Lab Spesimen Corona
-
Soal Pembukaan Sekolah Saat New Normal, Ini Hasil Survei Guru Indonesia
-
Pasar Perumnas Klender Terapkan Ganjil Genap
-
Amerika Mendadak Tarik Hidroksiklorokuin, Tak Manjur Jadi Obat Covid-19
-
Ada Kasus Baru Virus Corona, Ilmuwan China Klaim Strain Covid-19 dari Eropa
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Israel dan Lebanon Hentikan Kontak Senjata Selama 10 Hari untuk Memulai Proses Diplomasi
-
TNI AD Bangun 300 Jembatan dalam 3 Bulan, KSAD Laporkan Langsung ke Prabowo
-
Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini
-
Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata
-
PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar