Suara.com - Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat akan melarang penumpang naik pesawat jika mereka menolak memakai masker.
Dilansir dari Antara, kebijakan itu dibuat demi mengurangi risiko penyebaran infeksi Covid-19, penyakit menular yang disebabkan virus corona jenis baru SARS-CoV-2.
Sejumlah maskapai utama AS dapat mencegah seseorang yang tidak mengenakan masker untuk naik pesawat. Namun, mereka akan menyediakan masker bagi penumpang yang membutuhkan.
Walaupun demikian, awak kabin atau pramugari tidak punya banyak kewenangan terhadap penumpang yang melepas maskernya ketika sudah berada di dalam pesawat.
Beberapa maskapai yang menerapkan aturan ketat di antaranya Alaska Airlines, American Airlines, Delta Air Lines, Hawaiian Airlines, JetBlue Airways, Southwest Airlines, dan United Airlines, kata asosiasi penyedia jasa angkutan udara AS, Airlines for America, dalam pernyataan tertulis.
Para maskapai penerbangan akan memberikan informasi lengkap mengenai kebijakan mereka masing-masing kepada para penumpang sebelum terbang, diikuti dengan mengumumkan informasi rinci saat di dalam pesawat . Beberapa sanksi yang akan diterima penumpang yang tidak patuh, antara lain mereka akan dimasukkan ke dalam daftar "tidak diizinkan terbang".
Meskipun demikian, pihak maskapai menjelaskan penumpang dapat melepas masker saat makan dan minum.
American Airlines mengatakan kewajiban pakai masker itu akan mulai berlaku Selasa (16/6), sementara United Airlines mulai menetapkan aturan itu Kamis (18/6).
United Airlines mengatakan penumpang yang tidak patuh akan masuk daftar larangan terbang sehingga mereka tidak dapat terbang dengan maskapai tersebut "dalam waktu tertentu sampai adanya hasil evaluasi terhadap insiden terkait".
Baca Juga: Objek Wisata Pohon Seribu Sumbar Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan
Sementara itu, Delta Air Lines mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran penumpang agar mereka mengetahui dan mematuhi kewajiban pakai masker. Menurut Delta, memakai masker merupakan salah satu cara yang penting untuk "memastikan keamanan saat terbang".
Kebijakan itu kemungkinan terus berlaku selama pandemi.
Senator Ed Markey, lewat unggahannya di Twitter, menyambut baik kebijakan sejumlah maskapai penerbangan itu. Ia menambahkan bahwa kebijakan itu perlu "segera dilengkapi dengan aturan federal".
Markey bersama belasan senator dari Partai Demokrat merupakan sosok yang vokal menyuarakan isu keamanan perjalanan udara selama pandemi.
Pemerintah AS belum mewajibkan maskapai menjalankan persyaratan keamanan khusus sejak Covid-19 berdampak pada industri penerbangan. Padahal, serikat, asosiasi, dan pelaku usaha telah meminta pemerintah menyusun protokol kesehatan dan keamanan perjalanan.
"Pemerintah federal melalaikan tanggung jawabnya untuk memastikan keamanan para penumpang dan pekerja bidang penerbangan selama Covid-19," kata Sara Nelson, ketua asosiasi awak kabin, Association of Flight Attendants-CWA. Ia menambahkan masalah itu tidak dapat diserahkan seluruhnya kepada pelaku industri.
Kepala Badan Pengelola Penerbangan Federal, Stephen Dickson, kemungkinan akan menerima pertanyaan tentang masker saat menghadiri sidang di senat, Rabu (17/6).
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan