Suara.com - Negara Brasil menjadi negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi kedua di dunia. Meski demikian warga di Kota Rio de Janeiro, Brasil sudah mulai dapat kembali berlari di sepanjang pesisir patai.
Kota terbesar kedua di Brasil itu tengah berupaya menjalani aktivitas secara normal, meski kasus positif Covid-19 di sana masih tinggi.
Para warga Kota Rio, yang disebut sebagai Cariocas, dapat kembali memasuki bar, restoran, dan pusat kebugaran. Terlebih pemerintah telah mengizinkan tempat usaha kembali beroperasi.
Dilansir dari Antara, aktivitas berjemur di pantai masih dilarang di Kota Rio, tetapi pantai diperbolehkan buka untuk warga yang ingin berolahraga.
"Saya lega (pantai kembali buka) dan saya berharap keadaan dapat menjadi lebih baik," kata seorang warga, Flavio Vicente, 38, saat ia berolahraga di Pantai Copacabana.
Di sisi lain, kasus kematian akibat Covid-19 di Brasil per Rabu (1/7) mencapai 60.000 jiwa. Di kota Rio sendiri, 6.618 orang meninggal akibat Covid-19 dalam empat bulan terakhir.
Hanya 14 negara di dunia yang punya kasus kematian lebih tinggi dari Kota Rio. Pasien Covid-19 juga telah memenuhi 70 persen kapasitas rumah sakit pemerintah di Kota Rio.
Meski mendapat tentangan, seorang pekerja restoran di Copacabana, Fernando Melo mengatakan ia tidak lagi merasa cemas karena dapat kembali bekerja.
"Saya menjalani hari-hari yang cukup sulit di rumah, tidak melakukan apa-apa, tanpa punya uang. Kita pelan-pelan kembali menjalani kehidupan normal dengan harapan situasi akan jadi lebih baik pada masa normal baru ini," ujar dia.
Baca Juga: Persiapan Cukup Matang, Pantai Glagah Siap Dikunjungi Wisatawan
Otoritas Kota Rio telah mengeluarkan sejumlah aturan kesehatan untuk memastikan keamanan sektor usaha selama pandemi. Beberapa aturan yang antara lain membatasi kapasitas pengunjung dan mewajibkan pelanggan membuat jadwal kunjungan.
Sama seperti di Indonesia, kebijakan tersebut membuat sejumlah ahli merasa khawatir karena dapat memicu gelombang besar penularan virus corona jenis baru tersebut. Sejumlah ahli kesehatan khawatir pemerintah terlalu cepat membuka kembali perekonomian di Rio.
"Pembukaan itu terlalu cepat. Kita melihat kasus kematian turun, tetapi bukan berarti pembukaan itu aman," kata Americo Cunha, seorang profesor di universitas negeri Kota Rio, UERJ, yang mengamati situasi selama wabah.
"Saya dapat mengatakan penularan virus telah meningkat karena pembukaan ini," tambah dia.
Ia menjelaskan kasus kematian harian di Rio masih naik, menunjukkan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, masih aktif di kota tersebut.
Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan per Minggu (28/6) sampai Rabu (1/7) sebanyak 252 orang di Kota Rio meninggal akibat Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
-
BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset