Suara.com - Selama karantina mandiri di rumah aja selama pandemi virus covid-19 mengikuti imbauan pemerintah, tidak sedikit orang-orang di dunia yang mengaku stres dan tertekan karena harus menjalani lockdown. Bukan cuma terkurung di rumah, kontak sosial pun menjadi terbatas.
Belum lama ini, seorang perempuan membagikan curhatannya seputar lockdown. Bukan cuma terkurung, perempuan ini juga mengalami pelecehan seksual dari tetangganya.
Dirangkum dari Metro, perempuan ini tinggal bersebelahan dengan pria berusia 19 tahun. Sejak sebelum lockdown, pria ini sering mencoba menjalin percakapan.
Awalnya, sang perempuan pun menanggapi dengan sopan. Namun, suatu hari pria ini minta dipeluk dan berakhir menyentuh bokong si perempuan tanpa izin.
Kaget mendapat perlakuan tak terduga tersebut, perempuan ini pun memutuskan untuk mulai menjaga jarak.
Sayangnya, situasi bertambah parah setelah London menetapkan aturan lockdown virus corona. Tak hanya terkurung, perempuan ini mengalami pelecehan seksual verbal setiap hari.
"Aku tidak bisa duduk di tamanku tanpa mendengarnya memberiku candaan seksual atau mencoba bercakap-cakap. Aku memberitahunya jika aku merasa tidak nyaman, bahwa aku cuma tetangga dan ingin menikmati privasiku," ungkap perempuan ini.
Terlepas dari usahanya menjaga jarak, si pria tetap mencoba untuk mendapatkan perhatian. Sikapnya ini bahkan membuat risih teman serumah si perempuan.
Di sisi lain, perempuan ini juga enggan membuat situasi bertambah parah dan melaporkan pria itu ke polisi. Pasalnya, perempuan ini menduga jika pria itu kurang kasih sayang.
Baca Juga: Takut karena Diancam Pelaku, Kenali Tanda Pelecehan Seksual terhadap Anak
"Aku kasihan padanya karena aku bisa melihat dia ingin perhatian dan terobsesi pada orang pertama yang bersikap baik padanya."
"Tapi aku lelah dengan perbuatannya, aku tidak tahan lagi," tambah si perempuan.
Dia pun meminta pria tersebut agar menghubungi organisasi yang dapat memberikan dukungan mental. Sayangnya, pria ini malah kesal dan berubah menjadi penguntit.
"Beberapa waktu kemudian, aku pulang dari olahraga dan melihatnya berdiri di depan pintu rumahku. Dia berlagak kasual, mengatakan bahwa dia pergi di waktu yang sama dan pulang bersamaan denganku."
"Aku tidak tahu mana yang lebih menyeramkan, dia melihatku pergi dan menghitung berapa lama aku pergi, atau melihatnya menungguku di depan pintu," tambah perempuan ini.
Merasa takut, sang perempuan pun makin enggan keluar rumah. Namun, lelaki ini malah mendatangi rumahnya malam-malam dan mengaku merindukannya.
Insiden tersebut berlangsung selama lima bulan, sampai perempuan ini akhirnya memutuskan pindah rumah. Pasalnya, aksi pelecehan secara verbal itu sudah terlalu mengganggu.
"Aku senang bisa pindah ke tempat baru dan memulai awal yang baru," tutup si perempuan. "Dan ya, aku mengecek seperti apa tetanggaku kali ini."
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung