Suara.com - Industri pariwisata di Bali mulai kembali bergeliat, dengan dibukanya sejumlah lokasi wisata seperti pasar seni Kuta dan pantai Kuta.
Dilansir ANTARA, Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung, Bali akan membuka kawasan Pantai Kuta yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata. Protokol kesehatan yang ketat juga akan diterapkan bagi seluruh pengunjung pantai.
"Untuk akses Pantai Kuta, besok (hari ini -red) sementara akan dibuka hanya empat pintu akses masuk saja, di antaranya akses pintu utama, di depan Gang Poppies II, depan Beachwalk kemudian satu paling ujung utara perbatasan Pantai Legian kita buka. Itu juga untuk memudahkan kami dalam melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan," kata Bendesa atau Kepala Desa Adat Kuta, Wayan Wasista, di Mangupura, Badung, Rabu (8/7/2020).
Pihaknya juga menerapkan berbagai protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran virus kepada pedagang dan pengunjung Pasar Seni Kuta sebelum masuk kawasan itu.
"Semua akan diperiksa suhu tubuhnya, wajib mencuci tangan dan wajib memakai masker selama berada di area pasar," kata Wayan Wasista.
Selain pantai kuta, objek wisata lainnya yakni pasar seni Kuta juga akan dibuka dengan sistem ganjil-genap.
"Kami berlakukan sistem ganjil-genap untuk toko atau kios. Jadi nanti kalau tanggalnya ganjil, toko yang buka juga toko dengan nomor kios ganjil, sedangkan yang genap bukanya tanggal genap. Itu agar saat buka ada ruang jarak antartoko satu dengan yang lain dan pedagang harus ikuti aturan desa adat," ujarnya.
Ia mengatakan aturan tersebut telah disosialisasikan melalui surat yang dikeluarkan pihak desa adat kepada seluruh pedagang.
Seorang pedagang di Pasar Seni Kuta, Ni Luh Anggraeni, mengaku bersama sejumlah pedagang lainnya menyambut baik mulai dibukanya kembali pasar seni tersebut.
Baca Juga: Dibuka Besok, Pasar Seni Kuta Bakal Berlakukan Ganjil-Genap
"Semoga dengan dibukanya kembali pasar perekonomian mulai kembali pulih meskipun kami juga belum mengetahui apakah nanti akan ada yang belanja ke sini. Kalau ada yang belanja ya kami bersyukur, kalau tidak ada ya tidak apa-apa," katanya.
Berita Terkait
-
Kisah Bli Nyoman: Tinggalkan Gengsi Pariwisata Bali Selatan Demi Sulap Desa Sendiri Jadi Juara
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Ketika Video Kekerasan Pelajar Kembali Viral, Siapa yang Sebenarnya Gagal Melindungi Mereka?
-
Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah
-
Pendaki Asal Brebes Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto
-
Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini
-
Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844
-
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah