Suara.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) baru saja merilis hasil survei virtual yang mereka buat.
Hasilnya, sebanyak 97,7 persen pasangan suami-istri atau pasutri mengaku tetap saling menguatkan saat pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.
"Kami mewawancarai secara virtual dan terkumpul sampelnya 20.400 yang secara proporsional terdistribusi dengan baik," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Suara.com dari Antara.
Sebanyak 50 persen data sampel dikumpulkan dari Pulau Jawa. Sementara 35 persen dari Pulau Sumatera dan sisanya dari berbagai wilayah di Tanah Air.
Survei virtual itu juga mengungkapkan bahwa 2,5 persen suami- istri cekcok atau bertengkar dampak dari pandemi.
Lewat kesempatan yang sama, Hasto membenarkan potensi pertengkaran atau disharmoni hingga kekerasan dalam rumah tangga selama pandemi Covid-19 mendekati 2,5 persen.
Hal itu bisa disebabkan karena pasangan merasa stres sehingga terjadi keributan rumah tangga.
Selain itu, BKKBN juga mewaspadai adanya kelompok masyarakat dalam hal ini keluarga yang sudah terlanjur berutang sebelum pandemi Covid-19 di Tanah Air terjadi yakni sebesar 19,8 persen.
Kondisi tersebut, ujar Hasto Wardoyo, harus diwaspadai sebab berpotensi menimbulkan disharmoni dalam keluarga akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Bolehkah Cek Ponsel Pasangan?
Kemudian, BKKBN juga mencatat sebanyak 50,08 persen keluarga yang terpaksa menjual barang perhiasan karena desakan ekonomi.
"Ini kelompok keluarga yang sudah menjual barang-barang perhiasan dan yang ada di dalam rumah tangga," katanya.
Secara umum, BKKBN menyimpulkan beragam masalah dalam rumah tangga selama pandemi Covid-19 tersebut dapat memicu disharmoni dalam rumah tangga bahkan bisa berujung pada kekerasan.
Terakhir, ia mengimbau seluruh masyarakat agar lebih bisa memahami masing-masing pasangan di tengah situasi pandemi. Sebab, jika tidak dapat merusak tatanan rumah tangga yang telah dibangun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir
-
Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri
-
Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri
-
Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu
-
Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas
-
Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen
-
Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera