Suara.com - Saat ini, masker non medis alias masker kain jadi pilihan utama untuk penggunaan sehari-hari. Bahan yang digunakan juga beragam, mulai dari katun, scuba, linen, hingga brukat. Tapi sebenarnya, apa bahan terbaik untuk masker kain?
Jika masker medis tiga lapis yang sekali pakai memang menawarkan penyaringan yang lebih baik terhadap partikel virus, tapi masker kain juga tetap memberi manfaat, yaitu mencegah partikel virus mendarat di wajah Anda dan masuk ke dalam sistem tubuh Anda.
Namun, di tengah banyaknya pilihan, Anda mungkin bingung memilih masker kain seperti apa yang harus Anda beli.
Dilansir dari Asiaone, Kamis (16/7/2020), hasil penelitian menunjukkan bahwa masker kain terbaik adalah yang terbuat dari campuran bahan katun dan sifon
Sebuah studi sebelumnya oleh sebuah perusahaan sosial berbasis di Asia menemukan bahwa bahan denim, kanvas, dan bahan sprei yang rapat, mampu memberikan filtrasi terbaik namun membuat pemakainya cenderung sesak napas.
Berdasarkan penelitian lain yang diterbitkan oleh American Chemical Society (ACS) pada bulan April, para peneliti menemukan bahwa satu lapisan kain katun yang dijalin rapat dan dikombinasikan dengan dua lapisan sifon poliester-spandex - kain tipis yang sering digunakan dalam gaun malam - mampu menyaring sedikitnya 80 persen partikel aerosol yang lebih kecil dari 300 nm (partikel virus corona memiliki diameter rata-rata 125nm).
Mengganti sifon dengan sutera atau kain flanel (kapas 65 persen dan poliester 35 persen) memberikan hasil yang serupa.
Fakta bahwa sifon merupakan bahan yang efektif untuk masker kain mungkin sedikit mengejutkan, mengingat tipisnya bahan ini.
Namun penelitian tersebut menemukan bahwa sifon dan kain serupa lainnya, seperti sutra, memiliki muatan elektrostatik, yang mengusir partikel.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali, Donald Trump Terlihat Mengenakan Masker di Depan Publik
Karena kain katun yang diikat rapat bertindak sebagai "penghalang mekanis" terhadap partikel, kombinasi sifon dan lapisan kapas memanfaatkan dengan baik penyaringan mekanis dan elektrostatik yang mungkin merupakan suatu pendekatan yang efektif, demikian dikatakan para peneliti
ACS memberikan rekomendasi kepada Anda yang ingin membuat masker kain sendiri, yaitu membuatnya dengan kain katun rapat yang dikombinasikan dengan dua lapis kain sutera atau sifon.
Namun satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam pembaruan berikutnya, para peneliti mengakui bahwa tes kecepatan aliran udara pada bahan-bahan di atas ternyata lebih rendah daripada frekuensi pernapasan saat kita sedang beristirahat.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah untuk memastikan bahwa masker dapat melindungi pemakainya, karena hasil penelitian mengatakan bahwa bahkan celah satu persen dapat mengurangi efisiensi penyaringan masker wajah hingga 50 persen atau lebih, terlepas dari bahannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang