Suara.com - Presiden Donald Trump untuk pertama kali terlihat mengenakan masker di depan publik selama pandemi virus corona menyerang Negeri Paman Sam.
Menyadur NBC News, Minggu (12/7/2020), Donald Trump beserta stafnya pada hari Sabtu (11/7) terlihat mengenakan masker di hadapan publik untuk pertama kalinya.
Trump mengenakan masker hitam saat berkunjung ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, Sabtu (11/7). Tempat tersebut memang mewajibkan pemakaian masker sebagai cara mencegah penyebaran Covid-19.
Momen tersebut merupakan pertama kalinya Trump mematuhi aturan penggunaan masker di setiap tempat yang ia kunjungi.
Pada kunjungan ke pabrik mobil Ford di Ypsilanti, Michigan, pada 21 Mei, perusahaan mengatakan mewajibkan penggunaan masker untuk semua pengunjung, tetapi Trump memakai saat melakukan tur saja, tidak di hadapan para media. "Aku tidak ingin memberi pers kesenangan melihatnya," ujarnya.
Di Amerika Serikat, penggunaan masker menjadi masalah politik karena beberapa pengikut Trump menganggapnya sebagai salah satu tanda pada oposisi liberal.
Trump belum menyerukan mandat untuk mengenakan masker secara nasional bahkan ketika beberapa ahli medis pemerintah sendiri, termasuk Dr. Anthony Fauci, menyarankan memakai masker sebagai kunci untuk mencegah penyebaran virus.
Amerika Serikat telah mencatatkan hampir 3.250.000 kasus dan lebih dari 135.000 kematian hingga Sabtu (11/7), menurut penghitungan NBC News.
Masker dianggap sebagai salah satu cara kunci keberhasilan melawan virus di negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.
Baca Juga: MotoGP Seri Amerika Serikat Batal Digelar, Bahaya Covid-19 Faktor Utamanya
Andrew Bates, juru bicara calon Presiden Joe Biden dari partai Demokrat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Biden telah memimpin dengan memberi contoh mengenakan masker di depan umum.
"Donald Trump menghabiskan berbulan-bulan mengabaikan nasihat para ahli medis dan mempolitisasi mengenakan masker, salah satu hal paling penting yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus," kata Bates.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel