Suara.com - Semua orang memiliki cara yang berbeda untuk melupakan mantan dan move on dari hubungan yang sudah lalu.
Bahkan, ada berbagai macam tips dan saran yang dapat kita praktikkan agar sukses move on dari mantan.
Meski begitu, pernahkah Anda bertanya-tanya kapan tepatnya seseorang bisa move on dan melupakan mantan?
Melansir Your Tango, ilmuwan ternyata pernah melakukan studi untuk mencari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk move on.
Dalam studi tersebut, ilmuwan Gary W. Lewandowski Jr. dan Nicole M. Bizzoco melibatkan 155 mahasiswa yang baru saja mengalami putus cinta dalam 6 bulan terakhir.
Hasilnya, sebanyak 71% dari partisipan ternyata butuh waktu sekitar 11 minggu (kurang lebih 3 bulan) untuk benar-benar move on dari mantan pacar.
Indikator move on yang digunakan saat itu bermacam-macam. Normalnya, seseorang disebut sudah move on ketika mereka bisa berfokus pada diri sendiri, merasa positif, dan punya strategi untuk mengatasi emosi negatif.
Hasil ini sedikit berbeda dari studi lainnya yang dilakukan di tahun 2009 silam.
Pada studi tersebut, pakar meneliti 4.000 orang dewasa yang sudah bercerai. Berbeda dengan masa pacaran, orang yang sudah menikah dan bercerai ternyata butuh 17 bulan 26 hari untuk move on.
Baca Juga: Serius Jalani Hubungan Asmara, 5 Tanda Pasangan Siap Berkomitmen
Namun, hal ini dirasa wajar karena putus dan cerai merupakan hal yang berbeda. Perceraian juga dianggap lebih membawa dampak traumatis bagi pasangan.
Di sisi lain, sebuah mitos mengatakan jika lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk move on adalah setengah dari lama pacaran.
Sebagai contoh, pasangan yang berpacaran selama 18 bulan akan butuh waktu 9 bulan lamanya sampai bisa move on.
Meski begitu, perlu diingat bahwa waktu 11 minggu dan 18 bulan tersebut hanyalah rata-rata.
Selain itu, setiap orang memiliki situasi yang berbeda dengan satu sama lain. Faktor seperti lama hubungan, seberapa dalam hubungan yang ada, hingga dukungan teman dan keluarga juga dapat berpengaruh.
Lama waktu move on ini juga tidak berbeda antara pihak yang diputuskan maupun memutuskan hubungan.
Terlepas dari siapa yang lebih dulu meminta putus, kedua pihak akan sama-sama merasakan sakit hati dan sama-sama butuh waktu untuk move on.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard