Suara.com - Pemerintah Malaysia menyebut konsumsi air di masyarakat akan dibatasi mulai tahun 2025. Pembatasan ini bertujuan untuk menghemat sumber daya air, yang saat ini semakin berkurang.
Dilansir Anadolu Agenyc, Malaysia akan mengurangi konsumsi air hingga 180 liter per orang per hari pada tahun 2025.
Menteri Lingkungan dan Air Tuan Ibrahim Tuan Man mengatakan konsumsi air Malaysia saat ini sangat tinggi yakni 219 liter per orang setiap hari, jauh dibandingkan dengan tingkat standar 160 liter per hari.
"Tingkat kesadaran di kalangan warga Malaysia memainkan peran penting dalam mengurangi konsumsi air karena mereka saat ini merasa puas memiliki sumber daya air yang melimpah," ujar Tuan Ibrahim dalam sidang parlemen.
Tuan Ibrahim juga menyampaikan terdapat sejumlah pipa besar yang pecah tetapi tidak ada laporan yang diberikan kepada pemerintah.
"Ini adalah pemborosan sehingga kesadaran sangat dibutuhkan," kata dia.
Dia mengatakan penggunaan alat penghemat yang dipasang di pipa air juga dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya air.
Selain itu, Tuan Ibrahim juga meminta warga memanfaatkan air hujan untuk menyirami tanaman dan membersihkan mobil untuk mengurangi pemborosan.
Baca Juga: Bantu Warga Kekeringan, Kulon Progo Siapkan 250 Tangki Air Bersih
Berita Terkait
-
Kamar Mandi Atas Loyo? Ini Cara Mengatasi Tekanan Air Shower Kecil di Lantai Dua Rumah
-
Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves
-
4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik
-
Digadang-gadang Jadi Surga Dunia, Forest City Malaysia Kini Kota Hantu Markas Para Penipu
-
Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI