Suara.com - Kelompok orang yang bertanggung jawab secara ekonomi terhadap orangtua, adik, hingga anak, dikenal sebagai generasi sandwich. Mereka adalah generasi yang kerap mengabaikan kesehatan dan kepentingan diri sendiri.
Sandwich generation ini terkenal sebagai care giver, selalu mengutamakan kebutuhan orang yang menjadi tanggung jawabnya dibandingkan kebutuhan dirinya sendiri.
"Mereka yang memberikan perawatan, memberikan fasilitas di sekitarnya. Jadi mereka menjalani multi peran ke siapa aja, ke anak ke orangtua ke keluarga besar bisa adik ipar dan sebagainya itu kumpul di sana," terang Psikolog Vera Itabiliana dalam peluncuran Avrist Prime Hospital Surgical, Senin (31/8/2020).
Akibatnya, generasi sandwich ini sering mengabaikan kesehatan diri sendiri. Meski sikap itu tidak buruk, tapi justru hal itu berbahaya, karena sebagai penggerak atau tulang punggung keluarga, ada kalanya tetap harus memikirkan kesehatan dan kebutuhan diri sendiri.
"Jadi sandwich generation perlu juga untuk memperhatikan self care mereka, karena kalau mereka tumbang, siapa yang mau mengurusi yang lainnya," terang Vera.
Jika kebiasaan lebih mengutamakan orang lain lebih dulu sering dilakukan, lambat laun mereka juga rentan stres, sakit, dan psikologis mudah tersiksa juga tertekan.
Tertekan dan stres akan semakin menjadi, seperti bunyi teori perkembangan yang mengungkap jika manusia usia 40 tahun ke atas, akan timbul keinginan untuk berbakti dan berguna di lingkungan sekitar rumah maupun pekerjaan.
"Makanya kita sering denger kalau ada orang yang sudah mulai 40 tahun mereka bikin sesuatu yang bisa dia kontribusikan ke masyarakat. Padahal itu bagian aktualisasi diri kebutuhan mereka," terang Vera.
"Jadi memang perannya banyak sekali, sehingga rentan stres, di sisi lain ketika mereka stres urusi orang lain, keluarga, pekerjaan, anak, mereka kadang mengabaikan self care," tutupnya.
Baca Juga: Mahasiswa UMM, Berikan Edukasi Cuci Tangan Pada Generasi Penerus Bangsa
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
5 Parfum Lokal Aroma Soapy yang Cocok untuk Cuaca Panas, Wangi Segar Sepanjang Hari
-
Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet
-
Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
-
3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
-
Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan
-
Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif
-
Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli
-
Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui
-
5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh
-
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani