Suara.com - Memilih jenis asuransi yang tepat kerap menjadi masalah yang cukup membingungkan bagi para lajang atau single yang sudah berpenghasilan tetap.
Pendapat yang diberikan oleh orang-orang di sekitar malah kadang makin menyulitkan mereka untuk menjatuhkan pilihan.Ini dikarenakan sebagian berpendapat bahwa asuransi kesehatan sebaiknya diutamakan, sedangkan sebagian lainnya menilai asuransi jiwa lebih penting.
Sebenarnya, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa sama-sama memberikan manfaat bagi para lajang. Namun, sama-sama bermanfaat bukan berarti tidak berbeda.
Tentunya, pemahaman yang lebih mendalam diperlukan oleh para single agar dapat mengalokasikan sebagian pendapatannya secara optimal pada asuransi yang tepat.
Nah, sebelum menjatuhkan pilihan, sebaiknya simak dahulu ulasan lengkap soal kedua asuransi tersebut menurut Lifepal.co.id.
Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan adalah asuransi yang memberikan perlindungan kepada nasabah dari kerugian finansial akibat risiko penyakit dengan cara memberikan penggantian biaya pengobatan maupun perawatan.
Bukan hanya perlindungan atas risiko penyakit, asuransi kesehatan juga memberikan manfaat untuk menanggung biaya rawat gigi, pemeriksaan dan perawatan kehamilan, serta risiko kesehatan lainnya.
Asuransi kesehatan juga amat beragam jenisnya. Dari sisi sistem klaim atau penggantian biayanya, ada yang sistem cashless, dan ada pula yang sistem cash reimbursement.
Baca Juga: Dijuluki Wanita Terseksi di Brasil, Bintang Playboy Asuransikan Bokongnya
Ada pula asuransi kesehatan yang hanya memberikan manfaat rawat inap saja, dan tidak memberikan manfaat rawat jalan. Tentu, kedua manfaat tersebut bisa didapatkan sekaligus dengan premi yang lebih tinggi.
Selain itu, dapat dengan mudah pula ditemukan, asuransi kesehatan yang sifatnya hanya sebagai tambahan dari asuransi jiwa unit link.
Perlu dicatat, asuransi kesehatan seperti ini hanya memberikan manfaat yang amat kecil ketimbang asuransi kesehatan murni.
Asuransi Jiwa
Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa merupakan asuransi yang memberikan manfaat berupa perlindungan atas kerugian finansial keluarga, jika sang nasabah meninggal dunia, maupun cacat tetap dan total.
Asuransi jiwa akan memberikan uang santunan kepada ahli waris untuk menggantikan sumber penghasilan keluarga yang hilang akibat kepergian nasabah, atau ketidakmampuan nasabah untuk melanjutkan mencari nafkah akibat cacat tetap dan total.
Asuransi jiwa ada empat jenisnya. Yang pertama adalah asuransi jiwa berjangka (term life), yakni asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan hanya dalam jangka waktu tertentu, misal 5, 10, 20 dan 30 tahun.
Kedua, ada asuransi jiwa seumur hidup (whole life), yakni asuransi jiwa yang memberikan proteksi sepanjang masa hidup nasabah. Pada umumnya, usia yang ditanggung hingga 99 atau 100 tahun.
Ketiga, asuransi jiwa unit link, yakni produk yang memberi perlindungan jiwa dengan tambahan manfaat investasi dan sedikit manfaat asuransi kesehatan.
Premi yang kita bayarkan sebagian untuk premi asuransi jiwa, investasi, dan sisanya untuk premi asuransi kesehatan.
Terakhir atau keempat, ada asuransi jiwa dwiguna, yang memberikan perlindungan jiwa ditambah manfaat berupa tabungan. Jadi, premi akan dialokasikan untuk tabungan dan biaya asuransi jiwa.
Jadi, pilih asuransi kesehatan atau asuransi jiwa? Simak di halaman selanjutnya.
Setelah membaca ulasan lengkap tentang asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, tentunya kita sepakat jika keduanya sama pentingnya. Tapi, kembali lagi, untuk kita yang masih lajang, manakah yang paling tepat?
Asuransi kesehatan akan sangat membantu meringankan atau bahkan meniadakan beban finansial atas biaya pengobatan dan perawatan saat kita sakit.
Asuransi kesehatan dapat dipakai hingga beberapa kali dan tentunya melindungi uang kita yang diperuntukan bagi tujuan keuangan lainnya.
Asuransi jiwa tak kalah penting, karena semua manusia pasti meninggal dunia dan kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
Beberapa asuransi jiwa meng-cover biaya pengobatan penyakit yang diderita sebelum meninggal dunia dan memberikan uang pertanggungan untuk keluarga apabila kita meninggal dunia.
Sama-sama penting, tapi bagaimana jika pendapatan kita saat ini hanya cukup untuk salah satunya saja? Mana yang sebaiknya dipilih? Simak sejumlah poin berikut untuk menentukan pilihan.
1. Hitung dana yang dapat dialokasikan untuk asuransi
Buatlah anggaran bulanan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran bulanan, lalu pertimbangkan berapa banyak dana yang dapat kita gunakan untuk membayar premi asuransi. Selain asuransi, jangan lupa, sisihkan pula untuk dana darurat dan investasi.
Harga premi asuransi berbeda-beda, tergantung pada nilai pertanggungannya. Pada umumnya, harga premi asuransi kesehatan lebih besar daripada asuransi jiwa. Oleh karena itu, perhitungkan baik-baik dana untuk asuransi ini.
2. Sudah punya dana darurat?
Dana darurat perlu dimiliki untuk digunakan dalam kondisi darurat. Jika belum memiliki dana darurat atau belum cukup, utamakan dulu untuk mengumpulkannya terlebih dahulu.
Idealnya, untuk seorang yang masih lajang, pastikan ada dana tunai sebesar minimal tiga kali pengeluaran bulanan.
Lantas, apakah jika sudah memiliki dana darurat, kita tidak perlu memiliki asuransi? Bukan. Ketersediaan dana darurat bisa membantu kita menentukan, mana yang lebih kita butuhkan, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa? Sebab, dana darurat juga dapat digunakan untuk biaya pengobatan apabila kita sakit.
3. Apakah kita tipe orang yang mudah sakit atau sering diopname di rumah sakit?
Pertanyaan ini juga harus kita jawab. Apabila dalam kurun waktu lima tahun terakhir kita memiliki riwayat sakit yang membutuhkan biaya pengobatan besar atau bahkan rawat inap di rumah sakit beberapa kali, maka kita lebih butuh asuransi kesehatan.
Namun, berbeda halnya jika yang kita rasakan adalah sebaliknya, yakni bahwa kita terbilang jarang sakit apalagi dirawat di rumah sakit, tentunya asuransi jiwa dengan paket pertanggungan penyakit kritis jadi pilihan paling cocok untuk kita.
Bagi Anda yang masih lajang, usai membaca artikel ini tentu jadi lebih paham bagaimana harus memilih di antara asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.
Berita Terkait
-
AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami
-
Shepreneur Learning Series Bekali Perempuan Wirausaha Soal Keamanan Data
-
Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan
-
PP 24/2026 Dinilai Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi, Peluang Premi Diprediksi Meningkat
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional