Suara.com - Sebagai salah satu alternatif produk lokal dalam berwirausaha, kopi memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Sayangnya, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada bisnis kopi yang tengah berkembang di tanah air, menyusul perubahan gaya hidup karena langkah pembatasan aktivitas.
Tak hanya berdampak pada pegiat kopi, hal ini pun turut mempengaruhi para petani kopi yang kesulitan untuk menyalurkan hasil panennya. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas petani kopi di masa pandemi ini penting dilakukan, salah satunya melalui pemberian akses yang luas pada konsumen serta pemahaman akan bibit unggul dan berkualitas.
Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober kemarin, Otten Coffee, pelopor e-commerce di bidang kopi yang didirikan oleh Jhoni Kusno dan Robin Boe, mengajak masyarakat agar berpartisipasi mendukung keberlangsungan produktivitas kopi lokal lewat program Bibit Untuk Indonesia. Ini adalah program pengadaan bibit untuk petani Single Origin Nusantara sekaligus bentuk dukungan Otten Coffee terhadap upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri kopi di tengah pandemi.
CEO Otten Coffee Jhoni Kusno mengatakan, “Petani memiliki peran vital untuk memajukan industri kopi agar tetap berjalan. Meski demikian, adanya pandemi telah mempengaruhi sebagian besar usaha petani dalam menjual produknya. Di Hari Kopi Internasional ini, kami ingin memberikan semangat dan apresiasi kepada petani kopi melalui Program Bibit Untuk Indonesia. Program ini menjawab tantangan yang dihadapi oleh petani kopi lokal terhadap keterbatasan akses pada konsumen serta pemahaman akan bibit unggul dan berkualitas.”
Masyarakat, khususnya penikmat kopi, dapat berpartisipasi langsung dalam Program Bibit Untuk Indonesia. Setiap pembelian kopi jenis apa saja di Otten Kopi, secara otomatis para penikmat kopi sudah berkontribusi sebesar 10% dari harga penjualan dalam bentuk bibit untuk petani kopi Single Origin Nusantara.
“Kami melihat ada dua tantangan secara umum yang dihadapi para petani kopi di Indonesia. Pertama, pemahaman akan kriteria bibit unggul untuk menghasilkan produk berkualitas sehingga dapat bersaing di pasar. Kedua, terbatasnya akses untuk menyalurkan produk hasil panen. Oleh karena itu, sebagai perusahaan kopi lokal kami berupaya menjawab tantangan tersebut dengan layanan kami yang holistik. Lewat program Bibit Untuk Indonesia, Otten Coffee berperan dari hulu dalam hal menyediakan bibit unggul hingga hilir dalam mendistribusikan keberagaman biji kopi Indonesia secara luas.” lanjut Jhoni.
Salah satu cara yang dilakukan Otten dalam mendistribusikan hasil panen adalah dengan mengolah (roastery) green beans dari petani dan dipasarkan di platform digital Otten Coffee. Saat ini, Otten telah memasarkan 84 jenis lokal Single Origin yang berasal dari berbagai daerah di tanah air.
Di setiap Bungkus Kopi Indonesia yang didistribusikan Otten Coffee, nantinya akan ada profil petani yang akan menerima manfaat. Menariknya lagi, ada sedikit cerita mengenai mereka dalam melalui berbagai hambatan sebagai petani kopi. Salah satunya Budi Irawan, ketua dari Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sukawangi, Bogor. Hadirnya Budi selaku ketua membawa angin segar dan harapan baru bagi petani kopi arabika di Desa Sukawangi karena kelompoknya terus bertumbuh baik dari jumlah petani maupun kualitas hasil panen raya kopinya.
Sebagai petani kopi arabika Java Sukawangi yang usianya bisa dibilang memang masih seumur jagung, ada kendala yang menghambat para petani untuk memproduksi kopi tersebut. “Kendala yang kerap terjadi yakni adanya kekurangan biaya untuk pembelian bibit kopi. Dengan adanya program setiap pembelian satu bungkus kopi arabika Java Sukawangi di Otten Coffee, sama dengan satu bibit kopi yang dikembalikan kepada petani kopi Sukawangi, saya berharap hal ini menjadi salah satu solusi dari permasalahan kurangnya bibit kopi unggul bagi Kelompok Tani Mekar Jaya. Saya juga berharap agar industri kopi Indonesia khususnya kopi arabika Java Sukawangi, bisa ikut berkontribusi dalam mengembalikan Indonesia sebagai peringkat kedua pengimpor kopi terbesar di dunia,” ujar Budi.
Baca Juga: Kopi Jamu untuk Para Tenaga Medis Saat Ramadan
Nah, kalau Anda tertarik ikutan, cara berpartisipasi dalam program ini sangat mudah. Cukup dengan mengunjungi situs https://ottencoffee.co.id/bibit-untuk-indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
-
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi