Suara.com - Selama ini, kita mungkin lebih sering memerhatikan tanda penuaan yang terjadi pada kulit wajah, seperti munculnya garis halus, kulit menjadi kering, dan flek hitam. Padahal, tanda penuaan juga bisa terjadi pada bagian tubuh yang lain, misalnya rambut dan kulit kepala.
Proses penuaan ditandai dengan semakin melambatnya proses pergantian sel. Lalu, apa efeknya terhadap rambut dan kulit kepala kita? Simak apa saja tanda penuaan pada rambut dan kulit kepala, seperti dilansir dari laman Beauty Under Cover.
1. Rambut memutih
Uban merupakan salah satu tanda penuaan yang bisa kita lihat pada rambut. Perubahan warna rambut ini terjadi ketika pigmen melanin - pigmen yang memberi warna pada rambut dan kulit - berhenti diproduksi.
Munculnya uban tampaknya sebagian besar ditentukan oleh genetik, tetapi stres dan gaya hidup dapat mempercepat kemunculannya hingga 10 tahun. Biasanya semakin cerah kulit Anda, semakin cepat rambut Anda beruban. Ras Kaukasia biasanya mulai beruban di awal usia 30-an. Dan baru terjadi 10 tahun kemudian pada mereka yang memiliki kulit lebih gelap.
Serene Tan dari Chez Vous Hair Salon merekomendasikan penggunaan serum kulit kepala yang mengandung antioksidan dalam jumlah besar untuk membantu melawan radikal bebas dan menjaga produksi melanin.
2. Rambut menipis
Pada awalnya, Anda mungkin tidak mengalami rambut rontok. Tapi semakin hari Anda mungkin menyadari bahwa rambut Anda menjadi jauh lebih tipis. Ini karena proses penggantian rambut melambat akibat penuaan.
Rambut terbuat dari banyak untaian protein. Sehelai rambut memiliki umur normal antara 2 hingga 7 tahun. Rambut tersebut kemudian rontok dan diganti dengan rambut baru. Seiring bertambahnya usia, proses penggantian rambut melambat, menyebabkan rambut Anda mulai menipis. Biasanya untuk pria, rambut pertama kali hilang di bagian atas kepala atau di pelipis dan pada usia 60 tahun.
Perempuan juga mengalami rambut menipis. Selama menopause, hormon Anda mengalami banyak perubahan, beberapa di antaranya dapat menyebabkan rambut rontok.
Bagi Anda yang tidak mengalami kerontokan rambut yang serius, Serene menyebutkan bahwa diet sehat dan perubahan gaya hidup mungkin bisa membantu.
3. Rambut rusak
Selama tahun-tahun kehidupannya, rambut telah terpapar sinar ultraviolet, mengalami gesekan saat menyisir, terpapar panas dari pengering rambut, pengeriting rambut, catok, serta bahan kimia melalui pewarnaan, pengeritingan, atau pelurusan.
Baca Juga: Atasi Rambut Rontok, Gunakan Shampo dengan Kandungan Antioksidan
Tidak heran jika rambut menjadi rusak. Sel kutikula menjadi terangkat dan lunak, membuat rambut tampak lebih kasar dan lebih mudah patah. Seiring waktu, folikel rambut sendiri secara bertahap menghasilkan rambut yang lebih tipis dan lebih kecil. Ini adalah bagian dari proses penuaan alami.
Memotong pendek rambut bisa jadi salah satu cara untuk menjaga rambut terlihat sehat. Mungkin itu juga salah satu alasan mengapa para hair stylist di salon akan menyarankan potongan rambut pendek kepada perempuan di atas 35 tahun.
4. Pewarna rambut t idak bertahan lama
Bagi Anda yang berusia 40-an, Anda mungkin menyadari bahwa obat kimia seperti pewarna atau pelurus rambut kini hanya bertahan sebentar di rambut Anda. Jika sebelumnya pewarna rambut bisa tahan hingga 6 bulan, kini hanya bertahan 3-4 bulan saja.
Bukan, itu bukan karena skill hair stylist-mu yang buruk. Tapi lebih disebabkan oleh proses of penuaan. Patrick dari Juz Salon di Singapura menyebutkan bahwa banyak pelanggannya yang merasa tekstur rambut mereka menjadi lebih tipis dan rapuh seiring waktu karena helai rambut menjadi lebih kecil dan memiliki lebih sedikit pigmen. Inilah yang menyulitkan rambut untuk mempertahankan ikal dan warna untuk waktu yang lama!
Tentu saja, tidak semua orang menua dengan cara yang sama, karena faktanya, Patrick memiliki beberapa pelanggan yang rambutnya masih setebal dulu.
5. Kulit kepala menjadi lebih sensitif
Beberapa perempuan juga melaporkan bahwa kulit kepala mereka menjadi lebih sensitif seiring bertambahnya usia. Pewarnaan rambut rutin yang dilakukan di usia 20-an mungkin tidak terlalu terasa efeknya, tapi di usia 40-an, hal itu dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Waspada Godzilla El Nino! Ini Cara Tepat Pakai Sunscreen Agar Kulit Tidak Gosong
-
Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Bikin Kulit Glowing
-
Apa Bedanya Jumat Agung dan Paskah? Bukan Hari Biasa, Ini Maknanya
-
6 Shio Paling Hoki pada 3 April 2026, Siapa Saja yang Beruntung Besok?
-
3 Bedak Tabur Wardah untuk Kulit Sawo Matang agar Makeup Tidak Abu-Abu
-
Diklaim Ramah Lingkungan, Ekowisata Justru Berisiko Gagal Redam Emisi Karbon Global: Mengapa?
-
Skincare Glad2Glow untuk Umur Berapa? Cek Panduan Lengkapnya di Sini
-
5 Bedak Murah yang Bagus dan Aman: Cocok untuk Sehari-hari, Mulai Rp20 Ribuan
-
Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget