Suara.com - Rambut rontok termasuk bagian alami dari proses penuaan yang tak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh stres, penurunan berat badan hingga kekurangan zat besi.
Namun, rambut rontok ini bisa menjadi masalah mengkhawatirkan jika jumlahnya terlalu banyak dan mulai tak terkontrol.
Salah satu cara termudah untuk merangsang pertumbuhan rambut di rumah adalah mengganti perawatan shampo dan kondisioner yang digunakan sehari-hari.
Menurut ahli trikologi klinis, Eva Proudman, wakil ketua dari Institute of Trichologists, shampo dan kondisioner yang mengandung bahan antioksidan adalah salah satu kunci mengatasi kerontokan rambut.
Sebab, antioksidan membantu memerangi stres sehari-hari pada rambut akibat polusi, matahari, dan beberapa alat pemanas. Shampo dengan kandungan antioksidan terbaik mengandung vitamin E, raspberry, atau blueberry.
Jika Anda memilih untuk tidak mengubah rutinitas perawatan rambut, coba tambahkan lebih banyak antioksidan ke dalam makanan. Sebab, ada banyak faktor yang memengaruhi rambut sehat dan pertumbuhan rambut yang sehat.
"Folikel rambut adalah sel pembagi tercepat kedua di tubuh yang membutuhkan 25 persen dari asupan protein harian kita agar bisa tumbuh normal dan sehat," kata Eva Proudman dikutip dari Express.
Menurut Eva, rambut bisa rusak karena polusi lingkungan, matahari, penggunaan alat penata rambut dan lainnya.
Sedangkan, konsumsi makanan yang mengandung antioksidan bisa membantu memerangi stres dan menurunkan panas saat proses penataan rambut. Namun, tak ada salahnya mencari antioksidan dari shampo dan kondisioner yang dipakai.
Baca Juga: Virus Corona Bisa Bertahan Lama, Lakukan 4 Langkah Ini untuk Lindungi Diri!
Sementara itu, Anda juga bisa melindungi rambut yang rontok dengan rutin menggunakan minyak rosemary.
Minyak rosemary membantu merangsang pertumbuhan rambut baru. Tapi, minyak itu juga bisa mengobati jenis alopecia tertentu.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan minyak rosemary pada rambut, cukup gabungan minyak kelapa atau minyak sayur.
Namun, Anda harus konsultasi dengan dokter bila kerontokan rambut sudah menyebabkan kebotakan. Karena, dokter mungkin bisa menyarankan trasnplantasi untuk mengatasi kebotakan.
Berita Terkait
-
Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai
-
Rey Mbayang Idap Autoimun Psoriasis, Alami Kerontokan Rambut Parah
-
Rambut Rontok Bikin Panik? 4 Hair Tonic Under Rp50 Ribu yang Bisa Dicoba
-
5 Tips Merawat Rambut Rontok secara Alami dan Efektif yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
5 Rekomendasi Shampo Kutu Rambut, Basmi Tuntas Sampai Telurnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia