"Saya belajar tentang Evelina Bledans dan Semyonnya, yang lahir di bangsal bersalin yang sama dengan Mishka. Saya belajar bahwa di Eropa, penderita down syndrome dapat bersosialisasi dengan baik, dapat hidup dan bekerja secara mandiri. Tapi keputusan yang sudah saya buat tidak dipengaruhi oleh itu," kata dia lagi.
"Ketika saya membuat keputusan, saya belum memikirkan kemungkinan skenario yang optimis. Saya berpikir, yah, dia akan menikmati matahari terbit, saya akan mengajaknya ke barbekyu, dia akan menjalani hidupnya. Ya, mungkin dia tampak tidak bahagia pada seseorang, tetapi dia akan memiliki hidupnya sendiri. Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan anak saya di panti asuhan, itu tidak manusiawi," jelasnya.
Sayangnya, sang istri memiliki pikiran yang berbeda. Menurutnya, konflik tersebut memisahkan mereka berdua
"Sekarang saya mengerti bahwa dia hanya takut pada saat itu, dia mulai bertindak menggunakan skenario yang salah, dan pada saat itu, semuanya sudah terlambat untuk mundur dari skenario," kata dia.
Menurutnya, apa yang ia lakukan Mishka bukanlah tindakan kepahlawanan. Ini adalah tindakan normal yang seharusnya dilakukan oleh semua ayah di dunia ini. Ia ingin apa yang dilakukannya untuk Mishka bisa menginspirasi semua orang untuk menanamkan pemikiran yang sama seperti dirinya.
"Dan saya juga ingin mendukung, menginspirasi dengan teladan saya orang-orang yang berada atau akan berada dalam situasi yang sama dengan saya. Saya mencoba berkomunikasi dengan mereka yang berada dalam jangkauan, saya berkorespondensi dengan mereka yang jauh. saya berharap mereka yang mengalami kesulitan sekarang, seperti halnya kami, membaca tentang kami. Jangan takut Semuanya akan baik-baik saja," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
5 Sunscreen untuk Meratakan Warna Kulit agar Wajah Bebas Kusam dan Belang
-
5 Produk Lokal yang Aman untuk Hindari Salah Pilih Skincare di Usia 50 Tahun ke Atas
-
4 Sampo Mengandung Urang-aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
-
20 Ucapan Selamat Isra Miraj yang Islami dan Puitis, Cocok untuk Caption Medsos
-
25 Link Twibbon Isra Miraj 2026, Desain Keren Tinggal Pakai
-
7 Krim untuk Memudarkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas, Mulai Rp20 Ribuan
-
Waspada! Ini 15 Kosmetik Berbahaya Mengandung Hidrokuinon Temuan BPOM Tahun 2026
-
5 Sepatu Nike Wanita Tanpa Tali yang Nyaman dan Praktis untuk Aktivitas Sehari-hari
-
Kurangi Sampah, Mesin RVM Kini Beri 'Kesempatan Kedua' pada Botol Plastik Bekas
-
6 Trik agar Hasil Cushion Tidak Crack, Makeup Jadi Flawless Tahan Lama