Suara.com - Berikut ini update terbaru pendakian gunung yang sudah dibuka sejak pandemi virus corona. Ada rencana naik gunung saat liburan nanti? Kunjungi gunung-gunung yang sudah buka sejak new normal.
Pandemi COVID-19 memaksa kita untuk tetap mengurangi aktivitas di luar dan tetap beraktivitas di rumah seperti bekerja, bersekolah dan berkegiatan yang lain. Pada pandemi COVID-19, beberapa gunung di Indonesia ditutup untuk sementara waktu dalam mencegah penyebaran virus corona.
Saat adaptasi baru atau new normal, pendaki gunung kini dapat kembali menyalurkan hobinya karena terdapat beberapa gunung yang telah dibuka jalur pendakiannya.
Tentunya pendaki harus tetap mentaati protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah yaitu selalu menggunakan masker, menunjukkan surat keterangan sehat, tetap menjaga jarak dan mencuci tangan.
Berikut adalah daftar gunung yang sudah dibuka untuk para pendaki:
Taman Wisata Tangkuban Parahu telah dibuka sejak 13 Juni 2020 silam. Meski begitu untuk memasuki Kawasan ini pengunjung tetap menggunakan dan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh pengunjung akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, harus menggunakan masker dan selalu menjaga kebersihan.
2. Gunung Prau
Gunung Prau telah dibuka kembali sejak tanggal 10 Agustus 2020. Pendaki tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Pendaki pada gunung Prau diberi batasan hingga 50 persen. Pendaki gunung Prau dapat melalui jalur Patak Banteng, Kali Lembu, Wates, Igirmranak, Dieng dan Dwarawati.
Baca Juga: Viral Pendaki Pose Bugil di Gunung Gede, Mengaku untuk Riset Seni
Gunung Sindoro telah dibuka kembali, dan pendaki dapat melalui jalur Kledung, Banaran dan Alang-Alang Sewu. Para pendaki diwajibkan untuk mentaati protokol kesehatan dan membawa peralatan lebih demi keselamatan.
Gunung Sumbing telah dibuka melalui jalur Garung, Dusun Butuh dan Kaliangkrik sejak tanggal 1 Agustus 2020. Pendaki harus mematuhi protokol kesehatan dan melampirkan surat keterangan sehat.
5. Gunung Lawu
Gunung Lawu telah dibuka untuk umum sejak 22 Juni 2020 silam. Gunung Lawu telah menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, tetap menjaga jarak aman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Sambil Sebat, Pengakuan Sopir Taksi yang Disebut-sebut Biang Kerok Kecelakaan KRL dan Argo Bromo
-
Menembus Blokade Gaza: Solidaritas Global Berlayar Lewat GSF 2.0, Apa Itu Misinya?
-
Setelah Foundation Apa Perlu Pakai Bedak? Ini Urutan Makeup agar Tahan Lama
-
5 Parfum Aroma Laut Terbaik, Bikin Segar dan Adem saat Cuaca Panas
-
Berapa Harga Tiket KA Argo Bromo Anggrek yang Kecelakaan di Bekasi?
-
5 Rekomendasi Foundation Minim Oksidasi dan Full Coverage
-
Kasus Kecelakaan di Bekasi, Kenapa Gerbong Khusus Perempuan Ditempatkan di Ujung Rangkaian KRL?
-
5 Insiden Kelam Kereta Argo Bromo Anggrek, Terakhir Bekasi Timur
-
Aktivitas Indoor Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini 3 Rekomendasi Produknya
-
Apa Tugas Raffi Ahmad? Ikut Tinjau Evakuasi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi