- Kecelakaan terbaru di Bekasi Timur kembali mengulang pola mengerikan tabrakan dari arah belakang.
- Kereta flagship ini memiliki sejarah panjang kecelakaan fatal sejak awal masa operasionalnya.
- Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengereman darurat dan persinyalan kini menjadi harga mati.
Suara.com - Kecelakaan nahas antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur membuat ratusan penumpang telantar dan terpaksa berebut taksi. Insiden ini secara telak meruntuhkan reputasi mentereng sang armada kebanggaan.
Kejadian pada Senin malam 27 April 2026 ini bukan sekadar musibah biasa. Pola tabrakan dari belakang ini seolah membangkitkan memori buruk masa lalu perkeretaapian kita.
Sebagai kasta tertinggi milik PT KAI, kereta api ini justru menyimpan jejak berdarah yang memprihatinkan. Reputasinya yang cepat ternyata selalu berdampingan dengan risiko keselamatan yang sangat tinggi.
Selama ini, publik mengenal armada tersebut sebagai "Raja Jalur Pantura" yang mewah dan tepat waktu. Namun, rekam jejaknya membuktikan ada masalah sistemik yang belum sepenuhnya terpecahkan.
Berikut adalah deretan insiden yang mencoreng nama besar kereta legendaris tersebut. Semuanya terekam jelas sebagai pelajaran mahal dalam sejarah transportasi rel nasional dilansir dari berbagai sumber.
1. Mengulang Tragedi Maut Petarukan
Kecelakaan paling mematikan terjadi pada 2 Oktober 2010 silam. Saat itu, kereta melaju cepat dan menghantam ekor KA Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan.
Benturan keras pada pukul 03.00 WIB tersebut langsung merenggut 36 nyawa penumpang. Penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan adanya faktor kelalaian manusia terhadap sistem persinyalan.
2. Mimpi Buruk di Perlintasan Brebes
Baca Juga: KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
Pada masa awal beroperasi, armada cepat ini juga menelan banyak korban jiwa. Peristiwa tragis itu terjadi pada 25 Desember 2001 di kawasan Brebes.
Rangkaian kereta melibas bus PO Jaya yang sedang memotong perlintasan sebidang. Belasan penumpang bus tewas seketika, yang akhirnya memaksa pemerintah menutup banyak perlintasan liar.
3. Insiden Api di Jalur Grobogan
Kecepatan tinggi di jalur bebas hambatan sering kali menjadi pedang bermata dua. Pada 20 Mei 2017, sebuah mobil terseret sangat jauh di wilayah Gubug.
Mobil nahas tersebut akhirnya hancur dan terbakar hebat di atas rel. Empat penumpangnya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
4. Anjloknya Gerbong Mewah di Subang
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian