- Keluarga mencari korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur melalui media sosial X dan Instagram pada Selasa, 28 April 2026.
- Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
- Korban luka mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit, sementara korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Suara.com - Sejumlah pengguna media sosial melakukan pencarian terhadap anggota keluarganya yang menjadi korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Pencarian itu bahkan dilakukan melalui media sosial seperti X dan Instagram. Misalnya pengguna X dengan username @putriaahfz yang mencari kakaknya.
Kakaknya yang bernama Nur Ainia Eka Rahmadhyana (34) terakhir kali bisa dihubungi pada 20.57 WIB.
Keberadaan Nur Ainia terakhir kali diketahui di Stasiun Bekasi. Namun, keluarga belum mendapatkan informasi lagi.
“Beliau penumpang Cikarang line/KRL yang kecelakaan semalam tadi dan sampai saat ini belum bisa dihubungi,” tulis pengguna @putriaahfz di X, Selasa (28/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa kakaknya terakhir kali menggunakan pakaian berwarna cerah, outer pink, hijab putih, dan celana jin biru muda.
Keluarga disebut telah mencari di sejumlah rumah sakit sekitar tetapi belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan Nur Aini.
Cerita serupa juga dibagikan oleh pengguna @theoagspt yang mencari korban bernama Vica Adnia Fratiwi.
“Guys boleh bantu update nggak untuk yang korban evakuasi siapa saja. Sampai saat ini atas nama Vica Adnia Fratiwi belum ditemukan dan nggak ada kabar,” tulis akun tersebut.
Baca Juga: Apa Tugas Raffi Ahmad? Ikut Tinjau Evakuasi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
Berdasarkan data terakhir dari pihak KAI, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan itu tercatat 14 orang dan 84 orang lainnya luka-luka.
Korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik