Suara.com - Dorongan seks setiap orang berbeda sehingga beberapa orang melakukan hubungan intim lebih sering daripada yang lain. Hal ini karena libido seseorang berfluktuasi seiring bertambahnya usia dan mungkin lebih tinggi atau lebih rendah karena keadaan pribadi.
Masalah hubungan, depresi, stres, kecemasan, dan kelelahan semuanya berkontribusi terhadap rendahnya dorongan seks. Tetapi, beberapa orang memiliki libido yang cukup tinggi sehingga melakukan hubungan seks setiap hari. Lantas, normalkah hal itu?
Dilansir dari Express UK, selama seks itu suka sama suka dan aman, tidak masalah untuk berhubungan seks setiap hari.
Sama seperti masturbasi, selama Anda tidak melukai diri sendiri, menikmati seks setiap hari sangat aman.
Dorongan seks setiap orang berbeda, dan wajar jika satu dari pasangan ingin berhubungan seks lebih sering daripada yang lain.
Situs konseling hubungan Relate menyarankan untuk membicarakan hal ini dengan pasangan Anda untuk mencegah diri Anda dari perasaan tidak dicintai atau ditolak.
Para ahli tidak setuju tentang kemungkinan seseorang kecanduan seks atau tidak. Menurut Relate: “Kecanduan seksual adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas seksual apa pun yang terasa 'di luar kendali.
“Memiliki gairah seks yang sangat tinggi tidak membuat Anda menjadi 'pecandu' seks.
Namun, jika Anda merasa tidak dapat lagi mengontrol aktivitas seksual Anda dan cenderung membahayakan diri sendiri, pasangan, atau teman dan keluarga, Anda harus mencari bantuan.
Baca Juga: Sulit Orgasme Berulang Kali Saat Hubungan Seks, Ikut 5 Saran Ahli ini!
Seorang tidak bisa disebut pecandu seks karena Anda sangat sering berhubungan seks. Istilah ini didefinisikan oleh kemungkinan efek negatif pada kualitas hidup Anda dan orang-orang di sekitar Anda.
Relate.org mengatakan jika salah satu dari pernyataan berikut ini benar, Anda hendaknya mencari bantuan:
- Merasa bahwa perilaku tersebut di luar kendali.
- Yakin bahwa mungkin ada konsekuensi yang parah jika melanjutkan tetapi tetap melakukan dengan cara apa pun.
- Anda terus-menerus mengejar aktivitas seksual berisiko tinggi yang merusak, ingin berhenti tetapi tidak dapat melakukannya.
- Anda membutuhkan lebih banyak aktivitas seksual agar bisa mengalami tingkat tinggi yang sama diikuti oleh perasaan malu dan depresi.
- Anda mengalami perubahan suasana hati yang intens di sekitar aktivitas seksual yang berulang.
- Anda mengabaikan komitmen sosial atau pekerjaan demi aktivitas seksual.
- Anda berulang kali mencoba berhenti dan mungkin berhenti sebentar, hanya untuk memulai lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian
-
5 Amalan dan Bacaan Doa di Hari Tasyrik yang Dianjurkan setelah Iduladha
-
Puasa Setelah Idul Adha Kapan Lagi? Ini Alasan Kenapa Kita Dilarang Berpuasa
-
Apakah Hari Ini Boleh Puasa? Ini Penjelasan Hari Tasyrik setelah Iduladha
-
10 Makanan untuk Menurunkan Kolesterol setelah Makan Daging Kurban
-
Loose Powder Diaplikasikan dengan Apa? Ini Rahasia Makeup Lebih Halus dan Tahan Lama
-
Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan
-
10 Cara Olah Daging Kambing Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau Prengus
-
Daging Kurban Tahan Berapa Lama di Kulkas? Ini Estimasi Daya Tahannya
-
4 Pilihan Kulkas 2 Pintu Panasonic Paling Hemat Listrik, Dingin Maksimal, dan Awet