Suara.com - Nama Isyana Sarasvati belakangan ikut terseret dalam perbincangan publik terkait beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Penyanyi dan penulis lagu berbakat itu secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya sebagai salah satu penerima beasiswa LPDP.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Isyana melalui media sosial pribadinya setelah beredar informasi yang dinilai tidak akurat.
Isyana menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima beasiswa LPDP dalam perjalanan studinya. Pernyataan itu ia unggah melalui Instagram Stories pada Rabu (25/2/2026).
Unggahan tersebut dibuat sebagai respons atas publikasi yang mencantumkan foto dan latar belakang pendidikannya sebagai awardee LPDP.
Menurutnya, informasi tersebut keliru dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Halo teman-teman, saya ingin meluruskan pemberitaan yang kurang tepat mengenai saya sebagai penerima beasiswa LPDP. Saya ingin menegaskan bahwa saya TIDAK PERNAH menerima beasiswa LPDP," tulis Isyana.
"Semoga ke depannya media dapat lebih bijak dalam menyampaikan informasi. Memastikan akurasi informasi sebelum mempublikasikannya. Terima kasih atas pengertiannya," tegasnya lagi.
Klarifikasi ini muncul di tengah memanasnya isu tanggung jawab alumni LPDP yang diduga tidak memenuhi kewajiban masa pengabdian di Indonesia.
Baca Juga: Tasya Kamila Dihujat Usai Pamer Laporan Pengabdian, Siapa Saja Artis Penerima LPDP?
Sejumlah nama publik figur ikut terseret dalam diskusi warganet, termasuk Isyana, meskipun tidak semuanya benar-benar terdaftar sebagai penerima beasiswa tersebut.
Lalu, sebenarnya Isyana Sarasvati kuliah di mana? Berikut ulasan tentang riwayat pendidikan Isyana Sarasvati.
Isyana Sarasvati Kuliah di Mana?
Perjalanan pendidikan Isyana memang terbilang gemilang dan kerap menjadi inspirasi. Sejak usia muda, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa di bidang musik klasik.
Saat duduk di bangku kelas 2 SMA, Isyana berhasil meraih beasiswa untuk menempuh pendidikan di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Singapura.
Beasiswa tersebut bukan berasal dari LPDP, melainkan dari institusi pendidikan yang bersangkutan.
Menariknya, Isyana mendapatkan jalur fast track yang memungkinkannya langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) sebelum menyelesaikan pendidikan SMA secara formal.
Di NAFA, ia mengambil jurusan musik dan berhasil meraih gelar Bachelor of Music. Sebelumnya, pada 2013, ia juga telah memperoleh Diploma di bidang Music Performance dari institusi yang sama.
Tak berhenti di situ, Isyana juga pernah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Tainan National University of the Arts, Taiwan, pada 2012. Pengalaman internasional ini semakin memperkaya wawasan serta kualitas musikalitasnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Isyana melanjutkan studi magister (S2) di Royal College of Music, London, Inggris.
Kampus tersebut dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan musik terbaik di dunia. Di sana, Isyana kembali menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan.
Dengan rekam jejak pendidikan yang kuat dan konsisten di bidang musik klasik, banyak pihak mengira ia merupakan penerima beasiswa pemerintah seperti LPDP.
Namun, Isyana dengan tegas menyatakan bahwa seluruh beasiswa yang ia peroleh bukan berasal dari LPDP.
Isu mengenai LPDP sendiri mencuat setelah viralnya pernyataan seorang alumnus beasiswa tersebut, Dwi Sasetyaningtyas (DS).
Dalam unggahan yang ramai dibahas di media sosial, DS menyatakan bahwa "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan".
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari warganet karena dianggap tidak mencerminkan rasa tanggung jawab sebagai penerima dana pendidikan dari negara.
Netizen kemudian menyoroti fakta bahwa DS bersama suaminya, Arya Iwantoro, merupakan penerima beasiswa LPDP dan kini menetap serta bekerja di Jerman. Publik mempertanyakan komitmen mereka terhadap kewajiban masa pengabdian di Indonesia.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, seluruh awardee LPDP diwajibkan menjalani masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Artinya, penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi di dalam negeri setelah menyelesaikan pendidikan.
Pihak LPDP menjelaskan bahwa DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017. Ia juga disebut telah menuntaskan masa pengabdian sesuai ketentuan. Namun, suaminya diduga belum sepenuhnya memenuhi kewajiban tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa Arya bersedia mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima, termasuk bunga sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah juga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap penerima beasiswa yang dinilai tidak memenuhi komitmen atau bahkan menghina negara.
Kasus ini membuat publik semakin kritis terhadap para alumni LPDP, termasuk figur publik yang memiliki latar belakang pendidikan luar negeri.
Namun, dalam konteks Isyana Sarasvati, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terdaftar sebagai penerima program tersebut.
Klarifikasi Isyana menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya ke ruang publik. Di era digital yang serba cepat, kesalahan informasi bisa dengan mudah viral dan berdampak pada reputasi seseorang.
Terlepas dari polemik yang berkembang, perjalanan pendidikan Isyana Sarasvati tetap menjadi contoh dedikasi dan kerja keras di bidang seni.
Dari Singapura hingga London, ia menempuh studi musik secara serius dan konsisten, membangun fondasi kuat bagi kariernya sebagai musisi profesional.
Itulah penjelasan untuk menjawab pertanyaan "Isyana Sarasvati kuliah di mana?". Ia berkuliah di Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, dan Royal College of Music, Inggris dan mendapatkan beasiswa dari lembaga tersebut bukan melalui beasiswa LPDP seperti kabar yang sempat beredar.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
THR dan Gaji ke-13 ASN 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Aturannya
-
5 Bedak untuk Menutupi Jerawat, Bikin Wajah Lebih Mulus Seketika
-
Mydervia Gandeng BTL Aesthetics Hadirkan Exion: Solusi Estetika Berbasis AI Pertama di Yogyakarta
-
Cara Daftar Mudik Gratis PLN 2026, Ada 12.500 Kuota Buat Pulang Kampung
-
Resep Nastar Wisman, Tekstur Empuk dan Lembut untuk Sajian Lebaran
-
7 Lokasi Tukar Uang Baru Selain via Aplikasi Pintar BI, Lengkap Syarat dan Caranya
-
5 Merek Parfum Pria yang Wanginya Tahan Lama di Alfamart
-
Bedak Apa yang Awet Seharian untuk Lebaran? Ini 5 Pilihan Terbaik Mulai Rp40 Ribuan
-
Jangan Terlewat, Sisterhood Modest Bazaar 2026 Hadirkan Koleksi Lebaran Eksklusif dari Brand Ternama
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Tengah untuk Lebaran 2026