Suara.com - Bagi Anda penggemar serial drama Korea Selatan (drakor), pasti tidak asing dengan judul Hospital Ship, sebuah drama yang berkisah perjuangan rumah sakit di atas kapal laut yang berlayar dari satu pulau terpencil ke pulau lainnya untuk memberi layanan kesehatan bagi penduduk pulau tersebut.
Ternyata kapal rumah sakit dengan sistem yang sama juga sudah ada loh di Indonesia sejak 2017 silam. Bernama RS Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) untuk pertama kalinya berlayar setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
RSTKA sempat berhenti beroperasi sejak Maret 2020 lalu saat virus corona penyebab sakit Covid-19 terkonfirmasi masuk ke Indonesia.
Kini pada 20 November lalu RSTKA kembali berlayar dan bertolak dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk kembali menyambangi penduduk di pulau terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) khususnya daerah pesisir timur Indonesia.
Ekspedisi ini dilakukan untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terpencil di Indonesia, dimulai dari Pulau Bawean, yang membutuhkan pengobatan, khususnya operasi medis.
Di Pulau Bawean, sebanyak 88 pasien mendapatkan operasi dari para dokter relawan di bawah bendera RSTKA ini.
Jenis operasi pun beragam, mulai dari operasi mata, THT, anak, bedah, hingga gigi. Seluruh pasien yang dijadwalkan mendapatkan operasi tidak dipungut biaya apapun.
Untuk menjalankan operasi ini, kapal berlabuh di Pulau Bawean pada 20 hingga 30 November 2020 dan menerjunkan puluhan relawan dengan latar belakang yang bervariasi seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, kesehatan masyarakat, penggiat literasi kesehatan, dan lain-lain.
“Operasional RSKTA sempat terhenti sejak pandemi Covid-19, namun kami percaya bahwa kebutuhan tindakan medis harus terus dilakukan. Sebab bukan hanya Covid-19 yang mengancam nyawa atau menurunkan kualitas hidup masyarakat. Banyak penyakit lainnya yang juga diderita masyarakat di pulau untuk segera ditangani," ungkap dr. Agus Harianto, SpB, Direktur RS Terapung Ksatria Airlangga berdasarkan siaran pers Halodoc yang diterima suara.com, Rabu (2/12/2020).
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bantul Melesat, RS Rujukan Alami Krisis Tempat Tidur
Selain Pulau Bawean, RSTKA juga akan mengunjungi pulau-pulau lain di berbagai wilayah yang berada di zona hijau atau oranye.
Pelayaran perdana di era pandemi ini akan berlangsung mulai dari 20 November hingga waktu yang belum ditentukan, di mana para tenaga medis yang tergabung dicanangkan untuk memberikan tindakan kepada ratusan penduduk yang berada di pulau-pulau tersebut.
Beruntungnya, RS kapal yang sudah berlayar di 42 pulau dan melayani lebih dari 15.000 pasien ini mendapatkan bantuan dari platform kesehatan Halodoc untuk pasien dan dokter, berupa alat pelindung diri (APD) hazmat, gaun medis atau bedah steril untuk operasi, dan juga tes swab antigen untuk memastikan pasien dan dokter terlindungi dari potensi risiko penularan Covid-19.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Halodoc bagi pelayaran perdana kami di tengah pandemi ini, karena dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan dokter spesialis," ungkap dr. Agus.
"Karena pelayanan kesehatan untuk masyarakat di pulau harus diselenggarakan sebagaimana pelayanan kesehatan yang dilakukan untuk masyarakat kota. Tentu saja dengan syarat-syarat yang ketat. Patuh pada protokol kesehatan adalah harga mati,” sambung dr. Agus.
Ditambah Ketua Komite Medik Halodoc, dr. Theresia Novi, SpPK juga turut terjun langsung menjadi relawan sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin dalam pelayaran perdana RSTKA, mengaku bersemangat dan antusias.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas