Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat gaya hidup banyak orang berubah drastis, termasuk juga dalam berpakaian atau fashion. Ini karena dari yang tadinya orang banyak kegiatan di luar rumah, kini lebih banyak berada di rumah.
Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC), Dina Midiani mengatakan jika konsep fashion ini berubah menjadi nuansa kasual, nyaman dan lebih mengarah pada keseharian dibandingkan busana formal.
Gaya seperti ini dipercaya akan menyatu dalam kehidupan masyarakat ke depannya.
"Konsep fashion yang berorientasi pada aktifitas keluar akan banyak berkurang sampai nanti vaksin ditemukan," ujar Dina berdasarkan siaran pers Cottonnology yang diterima suara.com, Minggu (6/12/2020).
Lebih lanjut kata dia, sebagian besar pelaku industri fashion sedang memperkenalkan konsep 'The New Beginning', fashion yang bisa menyesuaikan tren dan bahan sesuai kebutuhan pasar.
Kebutuhan fashion menurut Dina saat pandemi berangkat dari cara orang yang berbeda dalam menanggapi pandemi Covid-19.
Ada yang menanggapi dari sudut pandang logika dan agama atau logis spiritualis, sehingga fashion berkonsep minimlis, simpel, dan praktis kerap jadi pilihan masyarakat.
"Pilihan warnanya pun lebih yang mudah dipadupadankan. Ada juga segmen yang menghargai proses kerja, biasanya lebih cenderung memilih pakaian yang ada pekerjaan tangannya. Namun kelompok yang tetap ingin tampil keluar pun masih tetap eksis, sehingga konsep busana extravaganza masih banyak peminatnya," tutur Dina.
Dina juga menyarankan pelaku industri tekstil harus mulai memikirkan bahan yang tahan lama dan higienis selama masa pandemi ini, khususnya jika memproduksi masker.
Baca Juga: Grup Astra Berpartisipasi dalam Ekspor Nonmigas Masa Pandemi COVID-19
Penekanannya lebih kepada bagian riset dan pengembangan.
"Apalagi industri ini menyerap tenaga kerja yang sangat banyak, mulai dari konseptor, produksi, distribusi, pemasaran, promosi dan sebagainya. Fashion adalah kebutuhan yang cukup tinggi karena orang membeli busana untuk berbagai alasan, salah satunya adalah untuk menampilkan citra diri," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Sisi Gelap Fast Fashion: Industri Fesyen Penyumbang 10 Persen Emisi Global, Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Daftar Lokasi Toko Benang Jarum Di Mana Saja? Brand Fashion Lokal Berkualitas
-
Effortlessly Stylish Ramadan: Contek Gaya Nikita Willy, Indra Priawan, Jessica Mila & Andrew White
-
5 Inspirasi Fashion Bukber ala Seo In Guk yang Makin Bikin Pede
-
Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Hukumnya Menurut Syariat
-
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul
-
Perjalanan Karier Vidi Aldiano Si "Duta Persahabatan", Menginspirasi Lewat Karya dan Resiliensi
-
Apa Keutamaan Wafat di Bulan Ramadan? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Muntah Apakah Membatalkan Puasa? Hukum Disengaja dan Tidak Ternyata Berbeda
-
Jadwal Lengkap One Way, Ganjil Genap dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Kena Macet!
-
Awal Mula Vidi Aldiano Sakit, Perjalanan Panjang sang Musisi Melawan Kanker Ginjal
-
7 Maret 2026 Tarawih ke Berapa? Simak Keutamaannya Menurut Kitab Durratun Nashihin
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di Bogor