- Pomelo menggelar acara 9 to Verse di Jakarta untuk memperkenalkan koleksi busana fleksibel bagi perempuan modern yang sibuk.
- Koleksi Verse by Pomelo dirancang praktis agar penggunanya dapat bertransisi dengan mudah dari aktivitas formal ke kasual.
- Kampanye Share The Style berhasil mengumpulkan 231 kilogram pakaian bekas untuk didaur ulang serta didonasikan kepada pihak membutuhkan.
Suara.com - Pagi hari dimulai dengan rapat, siang berpindah ke agenda pekerjaan yang padat, sore bertemu klien, lalu malam menghadiri acara bersama teman atau keluarga. Dalam satu hari, perempuan modern sering kali menjalani berbagai peran sekaligus. Dinamika ini turut mengubah cara mereka memandang fashion.
Busana kini bukan lagi sekadar soal mengikuti tren atau tampil menarik. Perempuan urban semakin mencari pakaian yang mampu beradaptasi dengan ritme hidup mereka, praktis, nyaman, fleksibel, namun tetap merepresentasikan karakter pribadi.
Perubahan kebutuhan tersebut terlihat dalam berbagai koleksi workwear modern yang belakangan berkembang di industri fashion. Siluet yang lebih versatile, potongan yang mudah dipadupadankan, hingga desain yang memungkinkan transisi dari suasana formal ke kasual menjadi salah satu respons terhadap gaya hidup perempuan masa kini.
Gambaran tersebut menjadi tema yang diangkat dalam "9 to Verse", sebuah narrative-driven in-store fashion show yang digelar Pomelo di Jakarta. Alih-alih menampilkan model yang sekadar berjalan di atas runway, peragaan ini menghadirkan delapan karakter perempuan dengan latar belakang profesi dan kepribadian yang berbeda.
Masing-masing karakter merepresentasikan realitas keseharian perempuan modern yang menjalani banyak peran dalam satu waktu. Melalui pendekatan yang lebih personal, fashion ditampilkan sebagai bagian dari kehidupan nyata, bukan sesuatu yang terpisah dari aktivitas sehari-hari.
"9 to Verse bukan sekadar fashion show, ini adalah cara kami menunjukkan bagaimana Pomelo hadir dalam kehidupan nyata perempuan Indonesia. Apapun peran yang mereka jalani hari ini, kami ingin koleksi Verse by Pomelo ada di sana, mengalir bersama cerita mereka," ujar Michelle Mangindaan, Head of Pomelo Indonesia.
Pandangan serupa juga disampaikan Jessica Kiunnedy, Marketing Manager Pomelo Indonesia. Menurutnya, kebutuhan perempuan saat ini bukan hanya soal tampil profesional, tetapi juga memiliki busana yang mampu mengikuti berbagai aktivitas dalam satu hari.
"Verse Collection hadir untuk perempuan yang menjalani banyak peran dalam satu hari. Koleksi ini kami rancang agar bisa mengalir mengikuti setiap momen, dari tampilan profesional di siang hari hingga gaya yang lebih elegan di malam hari, tanpa perlu berganti seluruh penampilan," ujarnya.
Namun, di tengah perkembangan fashion yang semakin dinamis, muncul kesadaran baru yang tak kalah penting: bagaimana pakaian yang dikenakan juga memberikan dampak yang lebih baik bagi lingkungan.
Baca Juga: Mengapa Fast Fashion Masih Diminati Meski Berdampak Buruk bagi Lingkungan?
Kesadaran terhadap sustainability atau keberlanjutan kini menjadi salah satu isu yang semakin diperhatikan oleh konsumen, terutama generasi muda. Masyarakat mulai mempertanyakan dari mana pakaian berasal, berapa lama usia pakainya, hingga apa yang terjadi setelah pakaian tersebut tidak lagi digunakan.
Konsep memperpanjang siklus hidup pakaian pun perlahan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Mulai dari mendonasikan pakaian yang masih layak pakai, mendaur ulang tekstil, hingga membeli produk dengan pertimbangan keberlanjutan.
Fenomena tersebut tercermin dalam kampanye "Share The Style" yang menggabungkan aspek lingkungan dan sosial. Melalui program ini, pakaian bekas yang terkumpul tidak langsung berakhir menjadi limbah.
Sebagian didaur ulang menjadi merchandise baru melalui kolaborasi dengan Rantai Tekstil Lestari Indonesia dan The New Factory, sementara pakaian yang masih layak pakai didonasikan kepada yayasan yang membutuhkan, salah satunya Panti Asuhan Nurul Iman di Jakarta Pusat.
Dalam satu bulan pelaksanaan kampanye, terkumpul lebih dari 231 kilogram pakaian dari 109 partisipan. Jumlah tersebut bahkan melampaui target awal yang ditetapkan.
Menariknya, kampanye ini turut melibatkan aktris sekaligus aktivis lingkungan, Cinta Laura, melalui Cinta Laura Foundation. Kehadiran Cinta bukan hanya sebagai figur publik, tetapi juga sebagai sosok yang selama ini aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan keberlanjutan.
Keterlibatannya mencerminkan perubahan cara pandang terhadap fashion di era sekarang. Bahwa berpakaian dengan baik tidak harus berhenti pada penampilan semata, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak yang lebih luas.
Di tengah industri fashion yang terus berkembang, perpaduan antara gaya dan keberlanjutan tampaknya bukan lagi sekadar tren sesaat. Semakin banyak perempuan yang ingin tampil percaya diri tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
-
Parole Examiner Lee: Membongkar Wajah Gelap Kekuasaan di Balik Sistem Hukum
-
Mampu Tampung 2 Ribu Siswa, Lahan Sekolah Rakyat Muna Barat Mencapai 10 Hektare
-
Staf Terjerat Kasus Bupati Pemalang, KPK Perketat Akses Dokumen dan Terapkan Jejak Digital
-
Bantah Hina Wartawan, Begini Klarifikasi Deddy Sitorus Soal Ucapan 'Sirkus' di Ruang Rapat
-
Tinggalkan Bogor Usai Gelombang Geseran Kejagung, Denny Achmad Kini Jadi Asintel Kejati Jakarta
-
4 Rekomendasi Serum Flek Hitam yang Cocok untuk Kulit Sensitif, Formula Lembut Tanpa Iritasi
-
Daftar Top Skor Piala AFF 2026: Posisi Mitchell Baker Terancam Digeser Pemain Naturalisasi Malaysia
-
Cerita Istri Menteri UMKM Tina Astasari Pakai Jasa Jastiper, Berperan Krusial Jual Produk Lokal!