Suara.com - Sempat menutup perbatasan untuk turis asing, Thailand kini gencar mengundang wisatawan dari luar negeri untuk berkunjung.
Dilansir Anadolu Agency, Thailand mengizinkan para turis untuk menggunakan program Visa Turis Khusus (STV) dengan yang kebijakannya sudah diubah.
"Meski Thailand membuka pintu masuk, wisatawan masih harus mematuhi karantina wajib selama 14 hari di Thailand," kata Wakil Juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek.
Pelonggaran kebijakan ini diberlakukan untuk menopang industri pariwisata yang sedang jatuh.
STV sebelumnya hanya tersedia untuk orang-orang dari negara-negara berisiko rendah.
Namun program itu tak membuat jumlah kunjungan turis asing ke Thailand naik.
Sejak diluncurkan Oktober lalu, hanya 825 orang dari 29 negara dan enam kapal pesiar mewah yang memanfaatkan fasilitas itu.
Thailand sejauh ini mencatat infeksi Covid-19 lebih dari 4.100 kasus dengan 60 kematian.
Pemerintah Thailand juga telah memperpanjang masa tinggal bagi pengunjung kapal pesiar yang memegang STV selama 30 hari lagi atau total 60 hari.
Baca Juga: Penerbangan Internasional Melbourne Kembali Buka, Turis Asing Boleh Datang?
Sementara itu, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengklaim Thailand tidak mengalami gelombang kedua pandemi atau menghadapi tantangan penyebaran super, seperti yang dikabarkan.
Yang benar adalah bahwa sekelompok kecil orang Thailand yang terinfeksi telah secara ilegal menyelinap kembali ke negara itu.
Chan-o-cha mendesak orang-orang untuk tidak panik karena hanya akan memperburuk situasi.
Seperti laporan yang diterimanya, sejumlah besar pemesanan hotel telah dibatalkan dalam beberapa pekan terakhir akibat laporan media tentang potensi meluasnya penyebaran Covid-19.
Sementara itu, Chakrarat Pittayawonganon dari Departemen Pengendalian Penyakit mengungkapkan di antara mereka yang sekarang dirawat karena Covid-19 adalah empat petugas kesehatan yang terinfeksi di fasilitas karantina negara alternatif dan rumah sakit swasta di Bangkok.
Infeksi mereka akhirnya mendorong penyelidikan tentang bagaimana petugas kesehatan bisa tertular virus dan apakah itu kesalahan mereka sendiri atau penyebab lain.
Berita Terkait
-
Media Thailand Ungkit Skandal yang Libatkan Pelatih Baru Timnas Indonesia
-
Prabowo Serahkan Bonus Rp465,25 Miliar untuk Atlet SEA Games 2025 di Istana Negara
-
Sabida Thaiseth, Muslimah Pertama di Kabinet Thailand yang Mengusung Wajah Baru Kebudayaan
-
Kabar Buruk Pilar Timnas Indonesia di Thailand, Dua-duanya Keok!
-
Sinopsis Missing, Drama Thailand Adaptasi Drakor yang Siap Bikin Merinding
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah
-
5 Rekomendasi Merek Sneakers Lokal untuk Kaki Besar, Ada yang Punya Size sampai 47
-
6 Rekomendasi Tas untuk Tektok Gunung, Merek Lokal Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Eiger untuk Hiking dan Aktivitas Harian dengan Material Breathable
-
Tak Sekadar Promo, Begini Strategi Ritel Dekat dengan Generasi Muda Lewat Digital
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Senyaman Hoka Clifton untuk Long Run
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Pemutih Badan yang Aman dan Sudah BPOM, Bisa Dipakai Setiap Hari
-
Terpopuler: Warna Lipstik yang Cocok Buat 50 Tahun ke Atas hingga Sampo Penghitam Uban Paling Ampuh
-
5 Rekomendasi Sepatu Trail Running Lokal: Aman Dipakai Naik Gunung, Keren buat Nongkrong di Cafe
-
Saham Tidur dan Cerita di Baliknya: Pelajaran Investasi untuk Anak Muda