Lifestyle / komunitas
Bimo Aria Fundrika
Ilustrasi robot sedang mengetik (Shutterstock).

Suara.com - Sejak beberapa tahun belakangan, penelitian tentang robot yang bisa menggantikan tugas dan pekerjaan manusia kian marak.

Bahkan, sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Institut Profesional Sumber Daya Manusia (IHRP) Singapura menemukan bahwa beberapa peran yang dilakukan oleh manajer personalia atau sumber daya manusia mungkin digantikan oleh robot dalam lima tahun ke depan.

Faktanya, 24 dari 27 peran SDM atau HRD yang dinilai dalam studi tersebut dilaporkan akan terpengaruh oleh teknologi dalam berbagai tingkat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Namun, bukan hanya itu temuan yang mengkhawatirkan bagi mereka yang berada di industri SDM.

Baca Juga: Termasuk Pengacara, 5 Pekerjaan Ini Paling Berisiko bagi Kesehatan

Ilustrasi robot dan laptop

Studi yang dilakukan oleh Willis Towers Watson tersebut juga menyebutkan bahwa delapan dari peran SDM ini akan sangat terpengaruh dan berisiko digantikan oleh otomatisasi.

Ini termasuk posisi tingkat rendah seperti manajemen talent, kinerja dan penghargaan, serta pengembangan organisasi.

Peran ini lebih mudah diganti karena bersifat administratif dan dapat diotomatiskan sesuai dengan kemajuan dalam otomatisasi proses robotik, pembelajaran mesin, dan robotika sosial, kata studi tersebut.

Tapi masih ada harapan! Tiga pekerjaan SDM termasuk, kepala manajemen telent, mitra bisnis SDM, dan manajer pengembangan organisasi akan paling sedikit terpengaruh oleh otomatisasi.

“Dalam jangka panjang, analitik orang akan menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan oleh semua peran dalam SDM daripada menjadi peran khusus,” kata Willis Towers Watson dalam laporannya.

Baca Juga: Viral Eks Pramugari Kena PHK Corona, Banting Setir Jualan Gas Elpiji

Studi tersebut juga menemukan bahwa kemajuan teknologi akan mengarah pada penciptaan peran yang sangat terspesialisasi dalam HR seperti sebagai analis data HR.

Komentar