Suara.com - Berita merupakan informasi yang berisikan tentang peristiwa terkini atau sedang terjadi pada publik. Berita dapat kita temukan pada media seperti televisi, koran, radio, majalah maupun media sosial. Lalu bagaimana sebuah teks dapat dikatakan teks berita? Apa syarat dan contoh teks berita?
Teks berita dapat kita temukan pada koran, majalah dan media sosial secara tertulis. Sedangkan televisi berita akan dibacakan secara lisan dengan visual dan ilustrasi yang menggambarkan peristiwa yang sedang terjadi dan radio berita akan dibacakan secara lisan. Berikut ini syarat dan contoh teks berita.
Teks berita harus memiliki syarat-syarat dapat menggambarkan peristiwa secara jelas. Teks berita yang telah memenuhi syarat akan menjadi teks berita yang dapat dikonsumsi dengan mudah oleh para pembaca. Berikut adalah syarat teks berita:
- Faktual.
Teks berita berisikan informasi secara fakta atau benar-benar nyata. Berita tersebut tidak boleh memprofokasi dan tidak sesuai fakta yang ada di lapangan. - Aktual.
Informai yang disampaikan harus merupakan peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat. - Seimbang atau tidak mendukung satu pihak
Berita harus netral tidak mendukung salah satu pihak untuk menimbulkan provokasi. - Penting
Teks berita harus penting dan dibutuhkan oleh masyarakat, bersifat edukatif dan mudah dimengerti. - Berita secara lengkap
Teks berita harus memuat unsur penulisan berita yakni 5W+1H (What, Why, When, Who, Where + How) agar berita dapat disampaikan dengan lengkap. - Dikemas secara menarik
Teks berita harus dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, dan menarik untuk dibaca.
Contoh Teks Berita
Dalam menulis sebuah berita, kita harus memastikan bahwa teks berita telah memenuhi syarat dan unsur dalam penulisan berita. Untuk lebih memahami penulisan teks berita, berikut ini adalah contoh teks berita yang diterbitkan di Suara.com beserta dengan unsur berita (5W + 1H). Berikut contoh teks berita.
Harga Emas Dunia Melesat ke Level Tertingginya Imbas Stimulus AS
Suara.com - Harga emas dunia melesat ke level tertingginya karena didukung meningkatnya ekspektasi akan lebih banyak stimulus fiskal Amerika untuk memerangi dampak ekonomi dari pandemi virus corona, sementara pelemahan dolar AS menambah dukungan lebih lanjut.
Mengutip CNBC, Rabu (9/12/2020) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.871,65 dolar AS per ounce, sebelumnya, emas spot menyentuh 1.875,07 dolar AS per ounce, level tertinggi sejak 23 November.
Baca Juga: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Teks Eksposisi
Sementara itu emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,5 persen menjadi 1.874,90 dolar AS per ounce.
Meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya, Indeks Dolar (Indeks DXY) menahan penurunannya, tetapi masih mendekati posisi terendah multi-tahun.
Di tengah melonjaknya kasus virus corona, pekan ini, Kongres Amerika akan memberikan suara terkait RUU pendanaan sementara satu minggu untuk memberi anggota parlemen lebih banyak waktu guna mencapai kesepakatan tentang bantuan Covid-19.
Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, melambung lebih dari 23 persen sejauh tahun ini, diuntungkan dari suku bunga yang mendekati nol dan risiko inflasi yang lebih tinggi yang kemungkinan dihasilkan dari stimulus besar-besaran secara global.
Sementara itu, Inggris mulai melakukan vaksinasi terhadap Covid-19, Selasa.
Logam lainnya, perak naik 0,6 persen menjadi 24,64 dolar AS per ounce, paladium turun 0,7 persen menjadi 2.315,79 dolar AS per ounce dan platinum menguat 0,4 persen menjadi 1.025,56 dolar AS per ounce.
Melalui teks berita Suara.com, dapat diidentifikasikan terhadap unsur-unsur berita yang terdiri dari 5W+1H, antara lain:
· What: Kenaikan emas sebesar 0,4 % dari 1.871,65 dollar AS per ounce menjadi 1.875,07 pada 23 November 2020
· Who: Kongres Amerika Serikat
· When: 23 November 2020
· Why: Karena adanya peningkaan ekspetasi akan lebih banyak stimulus fiskal Amerika untuk memerangi dampak ekonomi dari pandemi virus korona
· Where: Amerika Serikat
· How: Peningkatan nilai emas sebesar 23% dengan suku bunga mendekati nol dan risiko inflasi tinggi sehingga memungkinkan menghasilkan stimulus besar-besaran secara global
Demikian penjelasan syarat dan contoh teks berita. Apa kalian sudah paham?
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Shio Paling Beruntung di 28 Februari 2026, Ada Ayam hingga Babi
-
3 Cara Memakai Blush On agar Terlihat Muda dan Wajah Lebih Segar
-
THR Karyawan Swasta Kapan Cair? Begini Mekanisme dan Jadwal Pencairannya
-
3 Warna Lipstik yang Bikin Wajah Awet Muda dan Segar, Jangan Salah Pilih!
-
Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Berapa Besarannya?
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya
-
Berapa Zakat Mal yang Harus Dibayar? Ini Hitung-Hitungannya
-
Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Sajian Berbuka Puasa dengan Promo Pay 1 Get 2
-
Cara Daftar Tukar Uang Baru Online di HP Lewat PINTAR BI, Lengkap dengan Jadwalnya!
-
6 Pelembap Wardah yang Ampuh untuk Kulit Kering dan Kusam Usia Matang