Lifestyle / Relationship
Sabtu, 12 Desember 2020 | 18:10 WIB
Ilustrasi cincin pernikahan (unsplash)

Suara.com - Setiap perempuan tentunya senang jika diberi cincin tunangan oleh kekasihnya. Namun perempuan di Amerika Serikat justru mengembalikan cincin seharga 3.000 dolar atau setara Rp 42,4 juta kepada tunangannya lantaran dianggap terlalu murah.

Di Amerika Serikat, ada aturan tak tertulis tentang harga untuk cincin pertunangan minimal sepuluh persen penghasilan dari pasangan laki-laki. 

Si perempuan menduga kekasihnya memiliki cukup uang sehingga jika dia mengikuti aturan 10 persen tersebut seharusnya harga cincin antara 10.000 dolar sampai 15.000 dolar. Sehingga, cincin emas putih dengan berlian dan safir itu dinilai terlalu murah oleh perempuan tersebut.

Si laki-laki kemudian memposting tentang dilemanya di forum “Am I the A" di Reddit. Ia menanyakan apakah tindakannya salah dengan hanya memberikan cincin tunangan seharga 3.000 dolar.

Ilustrasi Cincin (Pixabay/PublicDomainPictures)

Dalam postingan tersebut, dia menjelaskan bahwa meskipun penghasilannya memang cukup besar, tetapi tahun ini kondisi finansialnya kurang bagus. Ia bercerita harus membiayai orang tuanya, saudara perempuan dan keponakannya yang terdampak akibat pandemi Covid-19. 

Selain masih menghidupi adiknya yang kehilangan pekerjaan. Lebih buruk lagi, dia mengatakan perusahaan tempatnya bekerja mengumumkan bahwa 150 orang akan di-PHK tahun depan, jadi dia ingin pintar tentang pengeluarannya. Meskipun dia tidak berpikir akan diberhentikan.

Cincin tunangan itu sebenarnya juga telah dirancang sesuai yang diinginkan pasangannya, kata pria itu.

“Awalnya dia sangat senang dengan itu sampai ibunya (seorang penjual perhiasan) menyebutnya murah. Sejak itu dia mengembalikannya kepada saya dan menuduh saya meremehkan dia," ceritanya dikutip dari Fox News.

Sejak pacarnya mengembalikan cincin itu, pasangan pria itu dilaporkan menolak untuk berbicara dengannya.

Baca Juga: Pengertian Gerhana Matahari, Jenis dan Hal yang Dipersiapkan untuk Melihat

"Orangtuanya menuduh saya memperlakukannya seperti sampah murahan. Saya telah mencoba menjelaskan sudut pandang saya tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan menuntut setidaknya 10 persen," tambahnya.

Sebagian besar pemberi komentar berpihak pada laki-laki tersebut dengan berkomentar menanyakan bagaimana 3.000 dolar dianggap "murah".

Orang lain menimpali dengan mengatakan bahwa harga cincin seharusnya tidak terlalu menjadi masalah. 

“Sebagai pemakai yang bangga akan cincin pertunangan seharga 400 dolar, saya tidak dapat membayangkan menghabiskan ribuan dolar untuk sebuah perhiasan," tulis seseorang.

Seorang warganet lain bahkan menunjukkan bahwa aturan 10 persen adalah taktik pemasaran yang ditemukan oleh industri berlian. 

Situs web pernikahan menulis bahwa kartel berlian De Beers membuat kampanye pemasaran pada tahun 1930-an yang meyakinkan para pria bahwa jika mereka benar-benar mencintai pasangannya akan menghabiskan setidaknya satu bulan gaji mereka untuk sebuah cincin pertunangan.

Load More