Suara.com - Risiko peningkatan kasus Covid-19 menjelang musim dingin membuat Pemerintah Jepang menimbang kembali pemberian promosi wisata dan perjalanan.
Dilansir ANTARA, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dapat membatasi lebih jauh program subsidi perjalanan yang banyak dikritik dalam upaya menahan infeksi virus corona.
Keputusan itu akan diambil ketika peringkat dukungan publik atas penanganan pandemi merosot.
Sementara Jepang belum mengalami jenis penularan besar-besaran yang melanda Amerika Serikat dan sebagian Eropa, infeksi telah memburuk saat musim dingin tiba, terutama di daerah seperti pulau utara Hokkaido dan kota Osaka.
Negara itu mengalami lebih dari 3.000 infeksi baru untuk pertama kalinya dalam satu hari pada Sabtu dan Tokyo, ibu kota dan kota terbesar Jepang, mengonfirmasi 621 kasus baru.
Meskipun ada kekhawatiran dari para ahli bahwa kampanye perjalanan yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi sebenarnya dapat membantu menyebarkan virus, Suga bersikeras bahwa penghentian segera seluruh kampanye perjalanan tidak jadi pertimbangan.
Pemerintah menghentikan sementara kampanye hanya di dua wilayah yang terkena dampak paling parah.
"Jika ekonomi hancur, masalah jadi serius," kata Suga di balai kota lewat komunikasi daring, Jumat.
Jajak pendapat akhir pekan menemukan dukungan publik untuk perdana menteri terkikis karena penanganan pandemi.
Baca Juga: Nissan Siapkan Peluncuran SUV Compact Terbaru dalam Waktu Dekat
Sebuah jajak pendapat surat kabar Mainichi pada Sabtu menurunkan peringkat dukungannya menjadi 40 persen, turun 17 persen dari bulan lalu.
Hanya tiga bulan menjabat setelah pendahulunya Shinzo Abe tiba-tiba mengundurkan diri karena kesehatan yang buruk, Suga juga mendapat tekanan karena kontroversi lain, termasuk penolakannya terhadap para sarjana di panel penasihat sains.
Pada Senin, Suga akan memimpin pertemuan tanggapan virus corona yang dapat memperpanjang penghentian sementara kampanye perjalanan ke Tokyo dan kota Nagoya, pusat industri besar di prefektur Aichi.
Juga, Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura mengatakan pada Sabtu bahwa dia meminta pemerintah untuk memperpanjang penangguhan program pariwisata yang saat ini diberlakukan di wilayah Osaka, karena kasus virus belum mereda.
Berita Terkait
-
Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru
-
Film Terbaru Doraemon Berhasil Kuasai Box Office Jepang 6 Pekan Berturut
-
Sinopsis Ten Strokes to You, Drama Terbaru Shison Jun dan Nimura Sawa
-
Sinopsis Gift, Drama Olahraga Dibintangi Tsutsumi Shinichi dan Yamada Yuki
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat
-
Kamar Kos Gerah? Ini 7 Rekomendasi AC Portable Hemat Listrik, Dinginnya Bikin Betah!
-
Daftar Harga Mesin Cuci 1 Tabung Samsung Bukaan Atas untuk Ibu Rumah Tangga Modern
-
5 Sepeda Lipat yang Kuat dan Aman untuk Orang Gemuk, Mampu Tahan Beban hingga 100 Kg
-
6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung
-
7 Rekomendasi Merk Mesin Cuci Langsung Kering, Tanpa Jemur dan Setrika
-
Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah
-
Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK
-
7 Sepeda Lipat Harga Rp500 Ribuan, Rangka Kokoh Kuat Angkat Beban Ratusan Kg