Suara.com - Produk skincare untuk perawatan kulit wajah masih dianggap tabu bagi lelaki.
Tapi tidak dengan Randy Martin yang justru menganggap merawat kulit bukan hanya hak mutlak perempuan tapi juga tugas lelaki.
Merawat kulit dengan produk skincare adalah cara Randy mencintai dan membahagiakan diri sendiri.
"Mungkin mindsetnya ya, kalau aku pribadi ya setuju, pria wanita semua itu seharusnya merawat kulit, karena menurutku itu salah satu bentuk self love juga sih," ujar Randy dalam acara peluncuran Kolaborasi Sociolla dan AQUA Reflections, Rabu (16/12/2020).
Minimal kata Randy, setiap lelaki harus melakukan perawatan dasar kulit seperti membersihkan, melembabkan, dan melindungi kulit wajah, tidak harus menjadi putih tapi menggunakan skincare sama pentingnya dengan menjaga kesehatan.
"Dengan kita pakai skincare, membersihkan wajah membersihkan kulit itu kan bentuk kita cinta kita, dan merawat diri sendiri, dan itu demi kesehatan juga," jelasnya brand ambassador Sociolla itu.
Adapun produk perawatan kulit aktor berusia 22 tahun itu tidaklah rumit dan tidak harus berlapis-lapis.
Randy berkata skincare yang ia gunakan disesuikan dengan aktivitas sehari-hari yang ia lakoni.
"Aku simpel karena aku aktivitas outdoor, aku pakai sunscreen, facial wash, karena aktivitas syuting. Kalau setelah show kadang pakai make up aku butuh pembersih yang benar-benar bisa ngangkat, kadang pakai cleansing toner, cleansing foam dan lain-lain," tutup Randy.
Baca Juga: Alami Kulit Kering Hingga Mengelupas, Ini Cara Randy Martin Merawatnya
Sementara itu setiap orang memang harus bisa menjaga kesehatan kulit, sebagai organ terluar tubuh, tameng pelindung dari benda dan zat berbahaya yang masuk ke tubuh.
Kulit harus dibersihkan agar kotoran yang menyumbat pori-pori terangkat minimal cuci muka dengan sabun 2 kali sehari.
Setelah mencuci muka pastikan menggunakan pelembap untuk mengunci dan menjaga keseimbangan air dan minyak di kulit wajah.
Selanjutnya pastikan kulit terlindungi dari sinar matahari dengan sunscreen atau tabir surya, karena sinar matahari bisa menyebabkan kerusakan pada kulit, bahkan hingga menyebabkan kanker kulit.
Berita Terkait
-
Tanggal Kembar 8.8, Saatnya Lengkapi Kebutuhan Skincare hingga Vitamin dengan Lebih Hemat
-
4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!
-
Anak Bebas Main di Luar Seharian, Ini 5 Sunscreen yang Siap Melindungi!
-
Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis
-
5 Serum Korea yang Bikin Wajah Glowing, Cocok untuk Menyamarkan Noda Hitam
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka