Suara.com - Ada banyak cara yang dilakukan pasangan dalam menjaga hubungan. Mulai dari menghabiskan waktu bersama, berpelukan, berciuman, hingga berhubungan seks.
Tapi, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berciuman dinilai lebih mampu mempertahankan suatu hubungan asmara daripada melakukan aktivitas seksual. Penelitian di Jerman pernah menemukan bahwa suami yang mencium istrinya sebelum bekerja rata-rata hidup lima tahun lebih lama daripada yang tidak.
Psikolog asal Jerman Dr Wolfgang Krueger menyampaikan, bagi pasangan, berciuman sebenarnya jauh lebih penting. Banyak pasangan khawatir tentang kehidupan seks yang lesu. Padahal menurutnya, tanda pertama dari masalah asmara adalah menurunnya kebiasaan ciuman.
“Ini mungkin terdengar aneh, tapi berciuman jauh lebih intim daripada seks. Seksualitas terkadang bisa sangat impersonal, seolah-olah Anda terpaksa pada sesuatu,” kata Krueger dikutip dari SCMP.
Menurut Kuruger, ciuman yang baik adalah dilakukan dengan bersemangat dan intensitasnya bisa meningkat. Para peneliti menghitung bahwa orang Jerman rata-rata berciuman sekitar dua hingga tiga kali sehari, kata Krueger.
"Baik itu ciuman selamat malam di pipi atau ciuman penuh perasaan saat berkencan. Pada usia 70 tahun, mereka telah menghabiskan 76 hari penuh untuk berciuman, dan jumlah itu terus meningkat," katanya.
Sebuah studi pada 2015 di jurnal American Anthropologist juga menemukan bahwa 46 persen dari 168 budaya yang disurvei terdapat ciuman romantis atau seksual, yang didefinisikan sebagai kontak antara bibir dengan bibir yang mungkin berlangsung lama atau tidak.
Budaya itu paling umum dilakukan di Timur Tengah, diikuti oleh Asia, Eropa dan Amerika Utara. Tidak ada bukti yang ditemukan di Amerika Tengah, sub-Sahara Afrika, New Guinea atau wilayah Amazon.
Studi yang lebih baru menemukan, kebanyakan orang menoleh ke kanan saat mereka memberi atau menerima ciuman, dan bahwa berciuman dapat meredakan demam dan alergi serbuk bunga.
Baca Juga: Ada Gosip, Ronaldo Bercinta dengan Model Seksi Ini saat Georgina Hamil Muda
Belum ditentukan secara pasti mengapa orang-orang mulai berciuman. Etnolog Austria Irenaeus Eibl-Eibesfeldt menduga hal itu berasal dari praktik manusia purba mengunyah makanan untuk anak-anaknya, kemudian meludahkannya ke mulut mereka.
Bahkan beberapa binatang juga berciuman. Simpanse dan sejumlah spesies ikan diketahui menutup mulut mereka. Meskipun hal itu tidak sebanding dengan berciuman oleh manusia, yang menganggap ritual berciuman pada waktu tidur sama pentingnya dengan ciuman romantis, kata Krueger.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil