Suara.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat (PHRI Jabar) Herman Muchtar pembatasan wisatawan saat libur Natal dan Tahun baru membuat pelaku industri pariwisata terpukul.
Tak hanya itu, ia juga ikut angkat bicara tentang kebijakan pembatasan kapasitas kunjungan dan diwajibkannya rapid test atau tes PCR bagi tamu saat liburan Natal dan Tahun Baru 2021.
“Jadi masyarakat yang tadinya memang sudah pada ingin liburan jadi tertahan dan gak jadi datang, sehingga okupansi hotel pun berdampak menurun dengan adanya peraturan tersebut,” ujar Herman dalam pernyataannya kepada Suara.com, Kamis (24/12/2020).
Ditambah lagi, saat ini kapasitas tamu untuk industri hotel di Jawa Barat juga dibatasi. Jika sebelumnya bisa 50 persen, namun selama libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 hanya boleh mencapai terisi 30 persen dari kamar hotel.
“Adanya larangan ini membuat hotel-hotel juga berpikir ulang bagaimana dengan karyawan yang sudah disiapkan, tapi tamu dibatasi,” kata dia.
Meski adanya larangan tersebut, dirinya tetap mendukung kebijakan pemerintah. Sebab, larangan yang diberikan dianggap sebagai langkah untuk mencegah semakin merebaknya Covid-19.
Saat ini, Herman menambahkan, karyawan yang masih tetap bekerja sistemnya sehari libur sehari masuk, sisanya banyak yang sudah dirumahkan, dan ada yang di-PHK. Dia memprediksi puncaknya mungkin bisa terlihat pada April 2021 mendatang.
PHRI Jawa Barat mencatat pelaku usaha di sektor pariwisata yang terkena dampak pandemi Covid-19 mencapai 69.000 orang. Adapun di sektor industri hotel dan restoran di wilayah Jawa Barat sudah ada 15.000 orang yang kehilangan pekerjaan.
Terlepas dari itu, ia menambahkan sebanyak 270 pelaku usaha hotel di Jawa Barat sudah mendapatkan sertifikat CHSE. Sementara, yang sedang terdaftar saat ini pada tahap kedua atau sedang dalam proses penilaian ada sebanyak 120 hotel.
Baca Juga: Gagal Perkosa Korban di Lift Hotel, Satpam Rampok Uang Dokter Ranisa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!