- Menteri ESDM Bahlil menanggapi perintah Presiden Prabowo agar daerah Papua menanam kelapa sawit guna mencapai swasembada energi.
- Perintah tersebut fokus memaksimalkan potensi sumber daya nabati sebagai bahan baku energi terbarukan seperti program B50 dan mandatori E10.
- Prabowo menginginkan Papua memproduksi BBM dari kelapa sawit dan etanol dari tebu atau singkong dalam lima tahun.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, buka suara terkait perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah di Papua untuk menanam kelapa sawit untuk swasembada energi.
Bahlil menyebut, perintah Prabowo bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya alam guna mencapai ketahanan energi.
"Swasembada energi yang dimaksud presiden adalah kita harus memaksimalkan, mengoptimalkan seluruh potensi-potensi yang ada di negara kita. Ada fosil, Ada nabati," kata Bahlil di Istana Kepresidenan yang dikutip pada Rabu (17/12/2025).
Bahlil menjelaskan, dalam mandatori B40 yang telah dijalankan pada tahun ini dan B50 yang akan mulai diterapkan pada semester II 2026, salah satu bahan baku campurannya bersumber dari crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang produk turunannya fatty acid methyl ester atau Fame
"Kan kalau kita bicara tentang B40, B50 itu kan campuran dari fame. Fame itu sawit atau CPO dengan metanol dicampur solar. Ke depan, kita mau dorong B50, maka potensi untuk penambahan bahan baku kan semakin tinggi," ujarnya.
Selain B40 dan B50, yang ditujukan untuk mengurangi impor solar, pemerintah juga akan menjalankan mandatori E10 pada 2027 guna menekan kebutuhan impor bensin.
"Maka yang harus kita lakukan adalah membuat program mandatori E10, E20, atau E-30 dan itu bahan bakunya adalah etanol," kata Bahlil.
Dijelaskannya, etanol bahan bakunya berasal dari tumbuhan yang umum ditemui di Indonesia seperti singkong, tebu, dan jagung. Bahlil pun menyebut Papua menjadi wilayah yang tepat menjadi bagian sumber produksinya.
"Saya pikir Papua salah satu wilayah yang bisa dijadikan sebagai bagian dari produksi bahan baku etanol," ujarnya.
Baca Juga: Peresmian Proyek RDMP Kilang Balikpapan Ditunda, Bahlil Beri Penjelasan
Saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Prabowo menyinggung soal ketahanan energi di wilayah tersebut.
Prabowo menyebut untuk kebutuhan listrik yang aksesnya sulit bisa memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan pembangkit listrik tenaga air.
Semenetara untuk kebutuhan BBM, Prabowo berharap di Papua ditanami kelapa sawit hingga tebu yang dapat diolah menjadi bahan bakar nabati.
"Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri, swasembada pangan dan swasembada energi," kata Prabowo di Istana Kepresidenan pada Selasa (16/12/2025).
Prabowo optimis dengan cara itu, negara bisa menghemat subsidi untuk kebutuhan BBM dalam negeri.
"Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri," sambungnya," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Konsumsi Bensin di Nataru Diproyeksi Melonjak 3 Persen, Pasokan Cukup?
-
Bahlil Bicara Kapan Listrik di Aceh Bisa Normal Kembali
-
Mentan Amran Lapor ke Prabowo Petani Mulai Sejahtera
-
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet, Prioritaskan Penanganan Bencana dan Kesiapan Nataru
-
Iqbal-Arista Sumbang Emas Menembak, Indonesia Kokoh di Peringkat Kedua SEA Games 2025
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok
-
Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!
-
Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol
-
Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI
-
Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029
-
APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru
-
Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025
-
Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat