Suara.com - Tahun baru kerap dijadikan momentum untuk merancang resolusi atau berbagai rencana yang ingin dilakukan. Mungkin, resolusi 2021 yang akan datang agak sedikit berbeda karena perlu menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.
Terutama dalam mengatur keuangan. Sektor keuangan jadi salah satu yang terdampak karena adanya wabah virus corona tersebut. Karenanya, menjadi waktu yang tepat juga jika Anda berniat merapikan keuangan sebagai salah satu resolusi 2021 nanti.
Perencana Keuangan Tejasari Assad mengatakan, memastikan dana darurat aman sebaiknya masih jadi prioritas hingga tahun depan. Hal itu untuk mengantisipasi kondisi tak terduga di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19.
"Sebaiknya nambah dana darurat. Walaupun 2020 sudah lewat, sudah ada vaksin, tapi kita belum tahu vaksin masih belum ada kepastian. Baiknya kuatkan dana darurat. Karena belum tentu, perusahaan tempat kerja bisa melewati 2020, tapi untuk 2021 jaga-jaga aja. Jadi dana darurat sebaiknya ditambah, dikuatkan," tutur Tejasari saat dihubungi suara.com, beberapa waktu lalu.
Berbelanja juga sebaiknya disesuaikan dengan penghasilan yang dimiliki. Ia mengatakan, harus bisa membedakan antara belanja barang kebutuhan atau sekadar keinginan.
"Kalau penghasilannya berkurang atau bahkan gak ada sama sekali memang tidak disarankan untuk spending di situ, gak belanja-belanja lah. Apalagi dalam pandemi masih ada ketidakpastian, jadi lebih baik nambah dana darurat," saran Tejasari.
Selain dana darurat, menambah tabungan dalam bentuk investasi juga aman dilakukan. Menurut Tejasari, pasar modal saat ini sudah mulai bergerak, sehingga untuk memulai investasi pada reksadana atau pun saham langsung dapat menjadi pilihan.
"Kalau masih awam banget mulai dari reksadana. Karena kalau saham harus belajar, kita harus tahu perusahaan apa yang mau dibeli, kapan beli yang tepat, dan jumlah berapa. Jadi ada keputusan-keputusan yang kita harus belajar," ucapnya.
Baca Juga: Bank Indonesia: Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 Optimis Dapat Terwujud
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Kena Sanksi Gegara Istri, Berapa Lama Pengabdian 2n+1 Aryo Iwantoro yang Belum Diselesaikan?
-
Belajar dari Dwi Sasetyaningtyas, Bolehkah Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan?
-
Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan