Suara.com - Harus serba teratur, rapi, dan sempurna. Begitulah ciri orang perfeksionis yang selama ini kita kenal. Seseorang yang perfeksionis biasanya tidak menyukai segala sesuatu yang bersifat abstrak, karena dianggap tidak beraturan.
Meski begitu, bukan berarti menjadi orang perfeksionis ini selalu baik. Ada juga dampak di balik sifat perfeksionis. Terkadang, karena terlalu menuntut kesempurnaan, membuat si perfeksionis melakukan banyak hal yang tidak praktis.
Nah, apakah Anda atau orang di sekitar Anda termasuk orang perfeksionis? Yuk, cek apakah ada ciri orang perfeksionis berikut yang Anda miliki, seperti dikutip dari laman Very Well Mind.
1. Menetapkan tujuan yang tinggi
Orang perfeksionis cenderung akan menetapkan tujuan yang tinggi. Biasanya ia akan bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan tersebut. Dan ketika telah menetapkan tujuan, ia harus mencapainya. Walaupun mendapatkan hasil yang baik, jika belum mencapai targetnya, ia akan memandang hal tersebut sebagai kegagalan.
2. Sangat kritis
Berbicara mengenai prestasi, orang perfeksionis akan sangat kritis terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Ia akan melihat kesalahan dan ketidaksempurnaan untuk mengasah kemampuannya lebih dalam lagi. Seorang perfeksionis akan menjadikan kegagalan sebagai cambukan bagi diri mereka dan orang lain.
3. Takut tujuannya tidak tercapai
Biasanya saat ingin mencapai sesuatu, orang perfeksionis cenderung memiliki ketakutan jika tujuannya itu tidak tercapainya. Dan mereka selalu bisa melihat celah kekurangan dari setiap hal yang dilakukannya.
4. Memiliki standar yang tidak realistis
Orang perfeksionis memiliki standar yang tidak realistis. Biasanya seseorang menentukan standar sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, orang perfeksionis sering kali menetapkan tujuan awal mereka di luar jangkauan. Hal ini yang membuatnya selalu merasa gagal saat mencapai sesuatu, walaupun sebenarnya hasil yang diterimanya cukup baik.
5. Fokus pada hasil
Biasanya saat ingin memperoleh sesuatu, seseorang akan meniikmati proses yang dialaminya. Ia akan belajar dari segala proses yang dialaminya untuk mencapai tujuan. Namun, berbeda dengan si perfeksionis, di mana mereka lebih fokus terhadap hasil yang akan diperolehnya. Hal ini karena keinginan nyang begitu besar untuk mencapai target yang ditetapkannya, sehingga mereka tidak dapat menikmati proses yang dialaminya.
6. Tertekan jika tujuannya belum tercapai
Setiap orang pasti akan kecewa saat mengalami kegagalan. Namun, biasanya kekecewaan itu tak berlangsung lama. Mereka akan bangkit dan mencoba lagi. Berbeda dengan si perfeksionis, saat gagal, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri. Biasanya perasaannya akan diisi rasa kecewa yang luar biasa dan hal-hal negatif karena harapan yang tidak tercapai.
Baca Juga: Punya Pasangan Perfeksionis? Ini Tips Jaga Hubungan Jauh dari Konflik
7. Takut gagal
Orang perfeksionis lebih takut akan kegagalan. Seorang yang perfeksionis menempatkan begitu banyak tujuan dan menjadi sangat kecewa dengan sesuatu yang kurang dari kesempurnaan. Segala sesuatu yang kurang sempurna akan dipandang sebagai kegagalan.
8. Cenderung menunda
Orang yang perfeksionis cenderung menunda. Hal ini membuat seseorang yang perfeksionis dapat merusak waktu produktivitasnya. Kebiasaan menunda ini biasanya didasari rasa takut gagal dan hasil yang tidak sempurna. Orang perfeksionis akan berusaha menghabiskan waktu untuk mendapatkan hasil sempurna terhadap apa yang ia kerjakan.
9. Takut dikritik
Kritik, meskipun itu kritik membangun, akan terasa menakutkan dan menyakitkan bagi orang perfeksionis. Hal ini karena mereka merasa sudah berusaha sangat keras untuk mengerjakan hal tersebut, tetapi masih mendapat kritikan juga. Berbeda dengan orang biasa, saat mendapat kritik, biasanya hal itu akan dijadikan informasi yang membangun untuk kinerja mereka yang lebih baik di masa depan.
10. Tingkat percaya diri yang rendah
Si perfeksionis cenderung sangat kritis terhadap diri sendiri. Mereka juga kerap merasa tidak bahagia karena harga diri yang rendah. Mereka juga bisa kesepian atau terisolasi karena sifat kritis dan kekakuan mereka dapat membuat orang lain menjauh juga. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026
-
Terpopuler: Top 5 Sepatu Recovery Run Lokal, Cara Nonton Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV
-
5 Shio Paling Beruntung 13 Juni 2026: Panen Rezeki dan Peluang Emas di Akhir Pekan
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Bikin Nobar Makin Seru, Saat Es Krim Jadi Teman Menikmati Pertandingan Piala Dunia
-
Rumus Skincare Malam untuk Atasi Keriput ala dr. Inez Putri, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat
-
Tips Skincare Pagi untuk Kulit Keriput dari Dokter, Simak 3 Rekomendasi Produknya!