Suara.com - Seperti tahun sebelumnya, di tahun 2021 ini, banyak pakar fengsui yang mengatakan jika tahun ini adalah tahun yang berat dan penuh dengan beban, termasuk dalam hal asmara dan hubungan keluarga.
Pakar Fengsui Jenie Kumala Dewi, M. Arch menilai tahun ini penuh dengan energi berlebih alias over energi. Dan karena over energi itu, banyak orang yang menikah, tapi di saat bersamaan banyak juga yang bercerai alias yang hubungan asmaranya kandas.
"Yang menikah itu lebih banyak, tapi yang cerai juga banyak karena over energy tadi. Over energy itu banyak beban keluarga, beban masalah keluarga begini begitu, terus dia stres sama keluarganya, dipikir rumput keluarga lebih indah, ternyata enggak juga," ujar Jenie saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.
Hal ini tidak lain disebabkan bekerja dari rumah, namun ada anak yang juga harus didampingi belajar, ditambah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dari kantor membayangi. Jika pun tidak terancam PHK, beban pekerjaan semakin bertambah.
Akibatnya, penyakit yang bermunculan dan meningkat di tengah pandemi Covid-19 adalah penyakit mental atau masalah psikologis akibat stres.
"Masalah keluarga menumpuk, jadi penyakitnya itu karena banyak beban, beban kerjaan dan beban keluarga," jelas Jennie.
Selebihnya, sifat dan karakter tahun 2021 yang tak lain tahun Kerbau Logam, merupakan tahun yang lambat, sayang keluarga sekaligus jadi beban keluarga, pekerja keras, namun gerakannya sangatlah lambat dan tidak bisa gerak cepat.
"Jadi ini tahun yang harus benar-benar realistis dan berpijak pada kenyataan. Tapi memang ada sisi bagus sih, banyak orang suka tahun kerbau itu untuk membentuk keluarga, ataupun punya keturunan," terang penulis buku Feng Shui for Business itu.
"Jadi pasti banyak tahun depan itu orang-orang yang menikah, atau punya anak, itu tahun kerbau pasti banyak banget," pungkasnya.
Baca Juga: 3 Warna Pembawa Keberuntungan di Tahun 2021
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya