Suara.com - Nenek berusia 90 tahun di Seattle, Amerika Serikat, rela berjalan kaki sejauh 9,6 kilometer agar bisa disuntik vaksin Covid-19. Nenek bernama Fran Goldman itu bahkan harus melewati jalanan yang diterpa badai salju.
Ia mengaku perjalanannya memang merepotkan. Tetapi ia juga mengaku sangat ingin disuntik vaksin Covid demi bisa bertemu cucunya. Goldman dijanjikan mendapat vaksin pada hari Minggu (14/2). Kemudian ia berangkat ke fasilitas layanan kesehatan dari rumah sehari sebelumnya.
"Saya bangun Sabtu karena salju. Saya tahu bahwa jalan masuk (ke pemukiman) kami tidak dapat diakses saat turun salju," kata Goldman dikutip dari Fox News.
Sebagian wilayah Seattle sering tertutup salju hampir 6 inci setelah terjadi badai salju musim dingin. Tetapi, meskipun kondisi berangin kencang dan berbahaya, Goldman memulai setengah dari perjalanannya pada hari Sabtu.
Ia menempuh sekitar 4,3 kilometer dan melanjutkan keesokan harinya. Pada hari Minggu, dia melanjutkan perjalanan dan tiba sedikit terlambat di rumah sakit.
"Saya mendapat vaksinasi dan kemudian saya diberitahu saya harus duduk dan menunggu 15 menit untuk memastikan tidak ada reaksi dan saya berkata saya senang untuk duduk," kata Goldman.
Amerika Serikat telah memulai program vaksinasi Covid-19 sejak 14 Desember 2020. Negeri Paman Sam itu menggunakan vaksin Pfizer-Biontech yang telah mendapat izin penggunaan darurat dari CDC. Ketika tahap awal vaksinasi, AS menyasar kelompok tenaga kesehatan dan orang lanjut usia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan