Suara.com - Penggemar makanan ringan atau generasi micin sempat dibuat terkejut mendengar bahwa Lays, Cheetos, dan Doritos akan berhenti diproduksi dan beredar di Indonesia. Tentunya hal itu ditanggapi respon beragam oleh para generasi mecin.
Banyak yang mengaku sedih atas tidak lagi beredarnya, Lays, Cheetos, dan Doritos. Tapi jangan sedih dulu, karena ketiga makanan ringan itu akan kembali lagi.
Hal itu dikonformasi oleh produsen ketiga makanan ringan itu. Dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Jumat, (19/2/2021), PepsiCo telah menyetujui penjualan saham minoritasnya di PT Indofood Fritolay Makmur (“IFL”), yang merupakan perusahaan joint venture makanan ringan, kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Hal itu sekaligus menyelesaikan hubungan kemitraan yang telah berjalan dengan sukses selama 30 tahun.
Selanjutnya IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia pada bulan Agustus 2021.
"Untuk periode tiga tahun sejak Agustus 2021, PepsiCo dan afiliasinya telah sepakat untuk tidak memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan yang bersaing dengan produk IFL di Indonesia," demikian kata keterangan tersebut.
Meskipun demikian, mereka mengatakan bahwa Indonesia memiliki prospek industri makanan ringan yang kuat. Selain itu, menurut mereka pasar Indonesia akan terus menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan tersebut.
"PepsiCo akan terus menawarkan produk Quaker oat kami di Indonesia dan kami berharap dapat kembali lagi ke pasar Indonesia dengan produk kami seperti Lays, Doritos dan Cheetos sesegera mungkin, untuk kembali menciptakan lebih banyak senyuman di setiap tegukan dan setiap gigitan," ujar keterangan mereka.
Sebelumnya, penyetopan ini, karena Fritolay Netherlands Holding B.V. (Fritolay) sebagai afiliasi dari PepsiCo Inc tak lagi memiliki saham PT Indofood Fritolays Makmur (IFL).
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Cheetos, Snack yang Akan Setop Produksi di Indonesia
Seperti dilansir dari keterbukaan informasi, saham yang dimiliki oleh Fritolay telah dibeli semua oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan transaksi sebesar Rp 494 miliar pada 16 Februari lalu.
"Sehingga, kepemilikan saham Perseroan dalam IFL menjadi bertambah dari semula 51 persen menjadi 99,99 persen dari total seluruh saham," ujar Corporate Secretary ICBP, Gideon A Putro dalam keterangannya yang ditulis Jumat (19/2/2021).
Dengan pengambilan saham ini maka, kegiatan usaha PT Indofood Fritolay Makmur dikendalikan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Maka dari itu, karena tak punya saham lagi, merek dagang yang dimiliki Fritolay yaitu Lays, Cheetos, dan Doritos tak bisa lagi diperdagangkan lagi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara