Suara.com - Penggemar micin atau generasi micin hanya bisa menikmati makanan ringan Lays, Cheetos, dan Doritos sampai akhir tahun ini saja. Sebab, produsen ketiga makanan ringan itu akan stop produksi pada tahun ini.
Penyetopan ini, karena Fritolay Netherlands Holding B.V. (Fritolay) sebagai afiliasi dari PepsiCo Inc tak lagi memiliki saham PT Indofood Fritolays Makmur (IFL).
Seperti dilansir dari keterbukaan informasi, saham yang dimiliki oleh Fritolay telah dibeli semua oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan transaksi sebesar Rp 494 miliar pada 16 Februari lalu.
"Sehingga, kepemilikan saham Perseroan dalam IFL menjadi bertambah dari semula 51 persen menjadi 99,99 persen dari total seluruh saham," ujar Corporate Secretary ICBP, Gideon A Putro dalam keterangannya yang ditulis Jumat (19/2/2021).
Dengan pengambilan saham ini maka, kegiatan usaha PT Indofood Fritolay Makmur dikendalikan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Maka dari itu, karena tak punya saham lagi, merek dagang yang dimiliki Fritolay yaitu Lays, Cheetos, dan Doritos tak bisa lagi diperdagangkan lagi di Indonesia.
Sehingga hal inilah yang membuat masyarakat kehilangan rasa micin yang khas dari ketiga makanan ringan tersebut.
Dalam perjanjian pembelian saham itu, Fritolay hanya boleh memproduksi makanan ringan tersebut selama enam bulan setelah transaksi.
Dengan demikian, jika dihitung maka masyarakat hanya akan merasakan kelezatan ketiga makanan ringan tersebut hingga Agustus 2021.
Baca Juga: Tidak Bikin Bodoh, Ternyata Micin Aman Dikonsumsi dan Justru Menyehatkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran