Suara.com - Ungkapan 'Jujur itu mahal' tampaknya benar adanya, karena tidak semua orang bisa berperilaku jujur. Itu sebabnya, melatih kejujuran harus diterapkan pada anak sejak dini, agar menjadi kebiasaan saat dewasa nanti.
Agar anak memiliki sikap jujur, orangtua jangan pernah lelah untuk mengajarkannya. Berikut cara yang bisa diterapkan untuk melatih kejujuran pada anak, mengutip siaran pers Ruangguru, Sabtu (27/2/2021).
1. Berikan contoh
Anak adalah peniru ulang, mereka bisa sangat cepat meniru perilaku orang di sekitarnya, termasuk orangtua. Maka jadilah contoh dan panutan yang baik bagi kepada anak.
Menurut California Department of Education, sejak anak berusia 3 tahun ia sudah dapat meniru perilaku orangtuanya. Saat orangtua jadi contoh yang baik, maka anak akan termotivasi untuk berperilaku jujur seperti yang ditunjukkan oleh orang tuanya.
2. Berikan apresiasi saat berkata jujur
Ketika anak sedang berkata jujur, berikanlah apresiasi, terutama bila ia mengakui hal yang ia takuti atau khawatirkan. Sebelum mengoreksi mereka, kita bisa memberikan kalimat pujian atau sentuhan afeksi yang membuat anak merasa aman dan dihargai.
Hal tersebut dapat membantu anak untuk menanamkan perilaku jujur ke depannya. Seperti yang kita ketahui, anak-anak sering kali tidak berkata jujur karena takut dimarahi. Oleh karena itu, biasakan untuk membuat anak merasa aman anak saat dia berkata dan berperilaku jujur.
3. Kenalkan anak pada cerita-cerita yang mengandung nilai kejujuran
Kenalkan cerita-cerita yang memiliki nilai kejujuran pada anak. Misalnya, dongeng cerita Si Kancil yang mengisahkan tentang Si Kancil yang suka mencuri mentimun dan dijauhi oleh teman-temannya karena ia gemar mencuri.
Suatu hari ia menyadari sikapnya dan berjanji untuk tidak mencuri lagi. Karena ia berkata jujur dan menepati janjinya, ia akhirnya dipercayai oleh teman-temannya. Dari cerita tersebut, anak-anak dapat belajar dan memperoleh banyak pelajaran untuk membangun karakter dirinya.
4. Perlakukan anak dengan jujur dengan menepati janji
Terkadang orang tua melakukan kesalahan kecil yang tanpa disadari berdampak pada perilaku anak. Misalnya, ketika anak menangis, kita berkata “Jangan menangis, nanti Bunda belikan mainan.” Lalu ketika tangisannya berhenti, tidak jadi membelikannya mainan.
Baca Juga: Eks Mendag Thomas Lembong: Paling Utama Hadapi Pandemi adalah Kejujuran
Hal ini merupakan kebohongan kecil yang dapat diidentifikasi oleh anak karena kecewa saat orangtua tidak memenuhi janjinya. Lebih baik kita mencari cara lain yang lebih efektif daripada tidak menepati janji kecil sekalipun.
5. Membiasakan jujur pada diri sendiri
Melatih anak untuk membiasakan diri jujur pada diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Terkadang hal ini sulit dilakukan karena ada ketakutan-ketakutan di dalam diri anak.
Cobalah berkomunikasi dengan anak untuk mencari tahu apa masalahnya. Selanjutnya, bantu anak untuk jujur pada dirinya sendiri. Seperti halnya ketika dalam proses belajar di masa pandemi ini.
Adanya pandemi ini mengharuskan anak-anak untuk belajar dari rumah secara daring. Bantulah anak untuk mengerjakan tugas secara jujur. Dengan memberikan dorongan, anak akan mulai mengerti dan yakin dengan kemampuannya.
6. Dukung anak agar tidak menyalin tugas sekolah dari internet
Di situasi seperti sekarang, peran orangtua sangatlah penting dalam proses belajar anak di rumah. Selain mendampingi anak dalam mengerjakan tugas, memberikan dorongan pada anak untuk mengerjakan tugas secara jujur juga dibutuhkan.
Bantu pantau dan ajak anak untuk mengerjakan tugas dengan kemampuannya sendiri tanpa harus menyalin dari internet, karena yang lebih penting dari nilai anak-anak kita, adalah rasa bangga atas usaha mereka sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan