Suara.com - Pejabat pemerintah Cina meresmikan lampu lalu lintas untuk unta. Lampu lalu lintas untuk unta yang diresmikan di Gunung Mingsha dan Mata Air Bulan Sabit di Kota Dunhuang, merupakan yang pertama di dunia.
Dilansir melalui CNN, tujuan utama pemasangan ini adalah untuk mengatur lalu lintas unta agar tidak bertabrakan. Pasalnya, wisata menunggang unta adalah daya tarik yang populer bagi wisatawan di daerah tersebut. Oleh sebab itu, dibutuhkan lampu lalu lintas untuk mengatur laju lalu lintas unta di wilayah tersebut.
Sama seperti lampu lalu lintas lainnya, dimana hijau menandakan bahwa unta bisa menyebrang jalan dan merah maka unta tersebut harus berhenti.
Gunung Mingsha juga disebut Bukit Pasir Bernyanyi karena pasirnya memberikan suara nyanyian atau gendang saat angin bertiup.
Kota Dunhuang terletak di sebuah oasis di wilayah gurun Gansu-Xinjiang, dan merupakan pemukiman pertama yang dikelola oleh orang Cina yang dicapai oleh para pelancong yang menuju ke timur di Jalur Sutra kuno.
Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata ke daerah tersebut telah berkembang, berkat Gunung Mingsha, kompleks kuil Gua Mogao, dan melewati Yumen dan Yangguan, yang merupakan gerbang paling barat dari Tembok Besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana