Suara.com - Setelah satu bulan berpuasa, umat Muslim tentu saja telah menantikan momen lebaran Idul Fitri yang begitu hangat. Baru-baru ini, publik dibuat rindu dengan viralnya sebuah potret jadul suasana lebaran.
Biasanya ketika lebaran tiba, orang-orang saling berkumpul dengan sanak saudara hingga keluarga yang tinggal di daerah paling jauh.
Momen saling bermaaf-maafan dan menyantap berbagai hidangan bersama, tentu membuat banyak orang bernostalgia terlebih kini momen tersebut akan sulit dilakukan karena situasi masih di tengah pandemi.
Potret jadul suasana lebaran Idul Fitri menjadi viral usai diunggah oleh akun Instagram @nostalgia.melulu.
Postingan menampakkan seorang pria yang sedang sungkem kepada seseorang yang paling sepuh.
Tradisi ini dilakukan oleh sebagian besar wilayah di Indonesia. Di Yogyakarta atau Jawa Tengah misalnya, biasanya orang yang lebih muda akan sungkem kepada orangtua atau simbah dan meminta maaf serta memohon doa restu menggunakan bahasa Jawa halus.
Wilayah lain di Indonesia juga mempunyai tradisi hampir mirip meski dengan pembawaan dan tentunya bahasa berbeda.
Namun warganet langsung salfok dengan ilustrasi hidangan di bawahnya. Sebagian di antara mereka teringat dengan keberadaan "toples legendaris".
Toples yang terbuat dari kaca berbentuk cembung lengkap dengan tutupnya berwarna merah sering ditemukan apabila sowan ke rumah orangtua atau simbah di desa.
Baca Juga: Laris Dagang Pempek, Status WhatsApp Penjual Ini Malah Bikin Publik Nangis
Tak hanya itu, toples jadul dengan model lain juga bikin warganet nostalgia saat bersilahturahmi ke rumah nenek hingga mbah buyut.
Terdapat pula makanan legendaris di dalamnya seperti trengginang, biskuit, keripik bayam, hingga tape berikut dengan emping gurihnya. Postingan mengenai momen lebaran lawas ini memancing beragam komentar dari netizen.
"Dulu kalau hari raya sering ke tempat mbah buyut buat sungkeman," kenang salah seorang warganet.
"Bener-bener nostalgia. Kalau lebaran pagi-pagi bangun tidur ada kue-kue di meja seperti itu," komentar warganet lain.
"Toplesnya yang bikin kangen lebaran zaman dulu. Sederhana tapi menyenangkan," tulis warganet lainnya.
"Wah, toplesnya ada di rumah nenek saya itu," kata warganet lain.
Itulah tadi potret jadul suasana lebarang dengan hidangan dalam toples legendaris yang bikin warganet bernostalgia, bagaimana pendapat kalian?
Hitekno.com/Dinar Surya Oktarini/Rezza Dwi Rachmanta
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas
-
Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai
-
8 Lukisan Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cocok Jadi Pajangan Rumah
-
4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
-
5 Rekomendasi Sunscreen Lokal Bebas Silikon, Mencegah Pori-Pori Tersumbat dan Komedo
-
7 Makanan untuk Mengatasi Jerawat, Konsumsi Rutin agar Wajah Kembali Sehat
-
Berapa Harga Air Purifier Mini? Cek 4 Pilihan Ratusan Ribu yang Layak Dicoba
-
5 Parfum Lokal Aroma Soapy yang Cocok untuk Cuaca Panas, Wangi Segar Sepanjang Hari
-
Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet
-
Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal