Suara.com - Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Hal ini telah memberikan dampak yang signifikan mulai dari sektor kesehatan hingga sektor ekonomi.
Namun ternyata, hal tersebut tidak membuat masyarakat berhenti untuk mencari solusi terhadap masalah yang tengah dihadapi. Khususnya para perempuan yang sangat menonjol untuk beradaptasi di situasi saat ini.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Jenius Study yang bertajuk Adaptasi Masyarakat Digital Savvy Selama Pandemi yang melibatkan 278 responden perempuan berusia 26-40 tahun, terungkap lima topik yang paling banyak dicari selama pandemi.
Pertama adalah investasi 26 persen, lalu COVID-19 22 persen, financial planning 12 persen, memasak 11 persen, dan bisnis 11 persen.
Cara digital savvy perempuan beradaptasi dan tetap bahagia selama pandemi adalah menonton atau mencari hiburan 18 persen, bersyukur 16 persen, berpikir positif 16 persen, menekuni hobi 11 persen dan olah raga 9 persen.
Sementara itu, Anita Ekasari, Digital Banking Acquisition, Service & Marketing Head Bank BTPN mengatakan, hal yang paling disyukuri dari pandemi, para perempuan mengaku senang bisa memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga.
"Untuk hal paling disyukuri dari pandemi, responden menjawab waktu bersama keluarga (26 persen), lebih banyak 'me time' (23 persen), work from home atau WFH (20 persen), dan lebih banyak menabung (18 persen)," ujarnya dalam acara peluncuran Program Month of Women, Selasa (27/4/2021).
Sedangkan tiga barang yang paling sering dibeli secara online ketika pandemi adalah make up dan skincare 50 peresen produk fashion 39 persen dan produk kesehatan 26 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa mereka juga memiliki caranya masing-masing untuk beradaptasi dan tetap bahagia di tengah pandemi," katanya.
Baca Juga: Pilihan Ngabuburit Online Ini Perlu Dicoba Agar Tetap Seru Meski di Rumah
Berita Terkait
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ruang Healing Versi Perempuan Modern: Saat Olahraga Bukan Cuma Soal Fisik
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
Merdeka dari Standar Cantik: Perlawanan Perempuan terhadap Beauty Pressure
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan