Suara.com - Keberadaan kafe atau tempat nongkrong memang tengah marak. Tak heran, setiap kafe bersaing untuk memiliki sisi unik agar pengunjung tertarik.
Meski demikian, tentu berhati-hati cukuplah penting saat ingin memunculkan sisi unik. Pasalnya, hal yang dirasa unik tersebut belum tentu akan diterima oleh masyarakat.
Contohnya seperti pada unggahan akun Twitter @txtfrombrand. Dalam foto yang diunggah, tampak sebuah restoran dengan nama Mental Illness Coffe and Eatery Utan Kayu.
Mental Illness sendiri memiliki arti penyakit mental dan tengah menjadi perhatian banyak orang. Restoran ini rupanya dianggap cukup meresahkan bagi sejumlah orang.
Mental Illness Coffee and Eatery ini juga membuat nama menu dengan tema penyakit mental. Menu tersebut diantaranya affogatto OCD, black tea insomnia, press U trauma, lemon tea genophobia, panic milk tea, bahkan vanila sex addict.
Pada cuitan ini terdapat tangkapan layar seorang warganet yang merasa jengah dengan keberadaan kafe tersebut. Hal ini lantaran nama kafe dan juga menu yang tersedia dirasa tak pantas serta dapat memicu orang dengan penyakit mental.
Ia memutuskan untuk tak tinggal diam dan membuat laporan agar restoran ini mendapatkan sanksi. Salah satu pelaporan yang ia lakukan adalah melalui salah satu layanan ojek online.
Pelaporan yang dilakukan sejumlah orang ini bahkan membuat kafe ini tak muncul di Google Maps. Pelapor mengaku tak mengerti kenapa kafe tersebut mendapat izin usaha.
"Penyakit mental dijadikan nama makanan dan minuman, Anda serius? Saya sangat marah," tulis orang tersebut.
Baca Juga: Gampang Dibuat, Ini 5 Resep Minuman Segar untuk Menu Buka Puasa
Cuitan ini pun mendapat banyak perhatian warganet. Beragam respon pun dilontarkan atas cuitan ini.
"Sebenernya ini bisa buat sarana edukasi yg lebih gampang ngena soal mental illness ke publik, tapi nama kedainya bikin aku nggak sreg. Dan jujur nama mental illness disandingin sama makanan malah bikin nggak nafsu dan para penderita bisa ke-trigger," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Sebenernya kalo dibranding dengan baik bakal keren sih idenya, tapi ya gitu deh," ujar warganet ini.
Sementara itu, hanya dalam hitungan jam cuitan ini sudah disukai sebanyak lebih dari 450 akun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!
-
Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026