- Sarga Festival 2026 akan diselenggarakan pada 19 April 2026 di Stadion Kridosono, Yogyakarta dengan mengusung tema Desa Cowboy.
- Festival musik ini dimeriahkan oleh berbagai musisi ternama seperti Tulus, Nadin Amizah, hingga grup musik bernama Dongker.
- Pengunjung dapat menikmati festival dengan harga tiket mulai dari Rp80.000 hingga Rp110.000 per orang untuk penonton.
Suara.com - Yogyakarta seolah tak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi. Kota ini bukan hanya soal destinasi wisata atau kuliner yang menggoda, tapi juga tentang suasana yang selalu terasa hidup, hangat, akrab, dan penuh cerita.
Bulan ini, nuansa itu akan semakin terasa dengan hadirnya Sarga Festival 2026 yang siap digelar pada 19 April 2026 di Stadion Kridosono. Stadion legendaris yang berdiri sejak 1937 tersebut akan kembali menjadi pusat keramaian, mengulang masa kejayaannya sebagai venue konser sejak era 1970-an.
Dengan kapasitas hingga 15.000 penonton, Kridosono dipastikan mampu menghadirkan pengalaman festival yang nyaman sekaligus meriah di jantung kota. Mengusung tema “Desa Cowboy”, Sarga Festival tahun ini tampil dengan konsep yang berbeda.
Nuansa kebebasan ala padang luas dipadukan dengan semangat komunitas dan kreativitas anak muda, menjadikan festival ini bukan sekadar konser, tetapi ruang pertemuan para “pengembara” ide.
Di atas panggung, deretan musisi ternama siap menghidupkan suasana, mulai dari Tulus, Nadin Amizah, Nadhif Basalamah hingga nama-nama seperti Dongker, Biru Baru, Lilo Lio, dan Trio Imron.
Meski hanya berlangsung satu hari, energi yang ditawarkan terasa padat dan penuh, seolah setiap penampilan dirancang untuk meninggalkan kesan yang lama diingat.
Rekomendasi Tempat Menarik di Yogyakarta yang Bisa Kamu Kunjungi Sebelum Festival
Menariknya, selain hadir di festival ini, perjalanan menikmati Yogyakarta sama menyenangkannya. Di sela waktu sebelum konser dimulai, ada banyak ruang untuk kamu singgahi.
Salah satunya adalah Toko Buku Akik Yogyakarta, sebuah hidden gem yang menghadirkan lebih dari 5.000 koleksi buku dari berbagai genre, mulai dari fiksi, filsafat, hingga ilmu pengetahuan yang bahkan bisa dibaca secara gratis.
Baca Juga: Siap Saingi Coachella, Big 4 K-Pop Bersatu Ciptakan Festival Phenomenon
Suasana toko yang homey, ditemani alunan musik klasik, membuat siapa pun betah berlama-lama, seolah waktu berjalan lebih lambat di dalamnya.
Perjalanan kemudian bisa berlanjut ke Sekar Kedhaton, tempat di mana pengalaman kuliner terasa seperti melangkah ke masa lalu. Bangunan bersejarah dari tahun 1800-an dengan interior klasik khas Jawa menghadirkan sensasi makan ala bangsawan.
Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari udang bakar hingga iga brongkos, semuanya berpadu dengan atmosfer yang elegan dan sarat budaya.
Saat hari mulai beranjak sore, suasana santai bisa ditemukan di Temu Kamu Coffee & Eatery. Dengan konsep tropical vibes ala Bali, kafe ini menghadirkan ruang nongkrong yang estetik sekaligus nyaman.
Kopi, minuman non-coffee seperti matcha atau cokelat, hingga menu makanan seperti pasta dan grilled steak menjadi teman yang pas sebelum kembali larut dalam euforia festival. Dekorasi kayu, rotan, dan tanaman hijau menciptakan sudut-sudut yang tak hanya nyaman, tapi juga menarik untuk diabadikan.
Ketika malam tiba dan lampu panggung mulai menyala di Stadion Kridosono, semua perjalanan kecil itu terasa menyatu. Sarga Festival 2026 bukan hanya tentang musik atau line up semata, tetapi tentang bagaimana sebuah kota menghadirkan pengalaman yang utuh, dari siang yang tenang hingga malam yang penuh energi.
Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, mulai dari Rp110.000 untuk kategori sendiri hingga Rp80.000 per orang untuk pembelian berempat, festival ini menjadi kesempatan bagi siapa saja untuk menikmati hiburan berskala besar tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Pada akhirnya, Yogyakarta sekali lagi membuktikan bahwa pesonanya tidak hanya terletak pada tempat, tetapi juga pada momen yang diciptakannya.
Sarga Festival 2026 hanyalah satu dari sekian banyak alasan untuk kembali, namun cara kota ini merangkai pengalaman, dari sudut buku yang sunyi hingga panggung musik yang riuh adalah hal yang membuat siapa pun ingin datang lagi, dan lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi