Lifestyle / Male
Rabu, 05 Mei 2021 | 10:14 WIB
Tutu, seniman yang datang dari latar belakang street art (Dok. Adidas)

Suara.com - Menyandang profesi sebagai seniman yang datang dari latar belakang street art bisa jadi tantangan tersendiri terutama bagi yang tinggal di negara seperti Indonesia.

Salah satu seniman latar belakang street art kawakan Tanah AirTutu, pernah memiliki kegelisahan tersebut. Hal ini dikarenakan masih banyak yang menganggap seniman dari kalangan tersebut hanya sebelah mata.

Lelaki yang dikenal dengan nama alias Tutu atau Tuts tersebut, bukan lah seniman street art rata-rata. Ia sudah malang melintang di Tanah Air hingga mancanegara seperti Shanghai, Taiwan, Hong Kong, Singapura, bahkan di Perancis.

Belum lagi sejumlah ulasan pada beberapa media ataupun buku street art manca negara.

Tutu, seniman yang datang dari latar belakang street art (Dok. Adidas)

Kekinian, Tutu bersama rekan seniman lainAbenk Alter, baru saja didapuk berkolaborasi dengan brand footwear internasional Adidas lewat kehadiran desain karpet khusus yang dipajang di gerai The Collection milik Adidas Original.

"Awal tawaran kerjasama dengan Adidas itu ada sejak 2019. Kesempatan ini bagus untuk bisa sharing narasi yang terkait semangat  beradaptasi dan bertransformasi buat kalangan anak muda," kata Tutu saat ditemui Suara.com dalam acara pembukaan gerai The Collection, di Pondok Indah Mall 3, beberapa waktu lalu.

Tutu mengatakan bahwa walaupun berkolaborasi dengan brand, tapi selalu memadukan  konsep dan pesan dengan teknis yang pas pada kolaborasi tersebut.

Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang dapat dilirik pencinta seni maupun brand-brand yang tertarik untuk bekerja sama. Tutu menyinggung bagaimana pentingnya bagi seniman untuk 'terus bereksplorasi.'

"Gue yakin, karya seni mencerminkan perupanya. Kalo perupanya gak eksplor, bakal keliatan di karyanya sih."

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Seniman dan Budayawan

Berawal dari Jalan
Tutu memang dikenal sebagai seniman yang bisa berkarya lintas disiplin ilmu, seniman yang tinggal di Jakarta ini, mulai berkarya di jalan sejak tahun 2000-an, dan memiliki ciri khas karya bertema narasi sosial.

Tutu, seniman yang datang dari latar belakang street art (Dok. Tutu)

"Dari gambar di jalan, banyak hal yang gue pelajari. Dari harus secepat apa menyelesaikan sebuah gambar, tekniknya harus gimana, penguasaan bidang, pemilihan warna sesuai bidangnya, dan itu juga gue terapin saat ngerjain sebuah karya di medium apapun." kata Tutu.

Lelaki lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung tersebut mengaku mengawali perjalanan panjang di dunia seni jalanan hanya karena didasari rasa penasaran dengan respon orang yang melihat karyanya.

Saat itu, Tutu mengaku menggambar wajah sahabatnya di sebuah tembok besar yang terletak di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan.

"Waktu itu (gambar) wajah teman gue. Gue dulu belum tau itu namanya grafiti, karena gue bukan menitikberatkan di gambarnya tapi respon orang lihat gambar itu di jalan. Ada yang berhenti, ada yang bingung. Temen gue lewat situ, kaget. Istilahnya sekarang prank kali ya," tambah Tutu.

Ke depan, dirinya berencana melakukan pameran bersama di Bali pada Oktober tahun ini, sebuah pertunjukan kolaborasi, pameran solo dan juga sebuah proyek seru yang masih dirahasiakan.

Load More