Suara.com - Pemprov DKI Jakarta mengumumkan lonjakan kasus Covid-19 di perkantoran pada periode 5 hingga 11 April 2021, dari 78 kantor melonjak menjadi 177 kantor. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Siti Nadia Tarmizi menduga lonjakan klaster perkantoran diakibatkan banyaknya kegiatan buka puasa bersama.
Lantas, bagaimana cara aman buka puasa di kantor?
Menanggapi hal ini, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR menyarankan untuk buka puasa di meja kantor masing-masing dan tidak berkerumun.
"Karena sudah diatur mejanya, dan itu tidak perlu di satu ruangan khusus. Untuk makanan dibawa sendiri take away ditaruh di meja dan dimakan," ujar Dr. Agus dalam acara diskusi virtual Kalbe, Rabu (5/5/2021).
Lebih lanjut, Dr. Agus juga menyarankan untuk tidak menghabiskan seluruh makanan hingga kenyang alias hanya untuk membatalkan puasa saja, selebihnya ia menyarankan untuk melanjutkan makan saat tiba di rumah.
Langkah ini penting dilakukan untuk menurunkan risiko penularan Covid-19 di perkantoran. Apalagi kegiatan makan bersama, sudah terbukti memang bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 karena mengharuskan kita melepas masker. Belum lagi jika setelah makan biasanya dilanjut dengan mengobrol.
"Itu konsepnya, mau saat buka puasa dan tidak puasa, konsepnya tidak boleh makan bersama di kantor, karena itu terbukti menularkan," jelas Dr. Agus.
Lebih lanjut risiko penularan Covid-19 di kantor bisa bertambah besar jika kantor tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, tidak rutin melakukan pembersihan dengan disinfektan, dan berkumpul banyak orang selama berjam-jam di satu ruangan.
"Karena kita nggak tahu satu sama lain, kadang ada yang OTG (orang tanpa gejala) tapi dia positif, pasti akan menularkan. Sehingga selama masa pandemi Covid-19 ini, buka puasa bersama tidak disarankan," pungkas Dr. Agus.
Baca Juga: Semakin Deras! Muncul Klaster Musala di Banyumas, 33 Orang Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo
-
Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh
-
Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama
-
6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
-
3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!
-
Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama
-
Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak
-
Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati