Suara.com - Keindahan tanaman hias aglonema terletak pada daunnya. Jika daun aglonema menguning bukan karena corak asli maka akan jelek dan berpengaruh pada pertumbuhannya. Lalu apa penyebab daun aglonema menguning?
Daun aglonema menguning salah satunya dikarenakan hama. Daun menguning merupakan indikasi bahwa tanaman ini sedang tidak sehat atau layu. Selain hama, ada penyebab daun aglonema menguning lainnya.
Di bawah adalah ulasan tentang penyebab daun aglonema menguning yang perlu anda ketahui, mari simak!
Penyebab Daun Aglonema Menguning
Perlu anda ketahui bahwa daun menguning merupakan tanda-tanda dari bagian daun tanaman aglonema ini sedang dalam keadaan yang tidak sehat, penyebabnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Menyadur dari Bloomscape, berikut adalah beberapa kenapa daun aglonema menguning.
1. Tanah Terlalu Lembab
Faktor pertama ini menjadi faktor yang paling umum penyebab daun aglonema menguning. Kemungkinan yang terjadi saat anda temui daun tanaman anda mulai menguning adalah tanah yang kurang cocok dan terlalu banyaknya kandungan air.
Anda disarankan untuk melakukan penyiraman 2-3 inci saat tanah sudah terlihat mengering. Perlu ditekankan bahwa tujuan melakukan penyiraman tanah adalah untuk membuat tanah lembab bukan basah. Contohnya ketika musim dingin tiba maka intensitas penyiraman harus anda kurangi, tidak sebanyak saat musim kemarau.
Baca Juga: 3 Penyebab Ujung Daun Tanaman Berwarna Coklat, Salah Satunya Suhu Ekstrem
Selain itu pastikan bahwa pot yang anda gunakan sebagai media penanaman memiliki sistem drainase yang cukup baik, secara mudahnya belilah pot yang memiliki lubang-lubang pada bagian bawah pot.
Tanah yang terlalu basah dapat memicu pembusukan pada bagian akar aglonema, bahkan lebih parahnya dapat membuat tanaman mati.
2. Pencahayaan
Faktor yang kedua adalah pencahayaan. Selain air cahaya matahari memang menjadi faktor utama yang menunjang kehidupan tanaman. Namun jika intensitasnya berlebihan justru akan membuat tanaman ini mati.
Idealnya tanaman aglonema diletakan pada daerah yang terkena pencahayaan matahari namun tidak secara langsung, pasalnya jika cahaya matahari menyoroti secara langsung akan membuat daun tanaman ini terbakar.
Faktanya tanaman ini termasuk dalam tanaman yang memiliki sistem adaptasi cukup baik. Aglonema dapat beradaptasi dalam area yang minim cahaya. Oleh karena itu anda tidak perlu khawatir untuk menempatkannya pada daerah yang sedikit gelap, anda dapat menjemurnya sesekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa